Haikal Pernandes, Sosok Pemuda Asal Padang Pariaman Penuh Inspirasi
- 17 Jun 2026 23:40 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Terus mengembangkan diri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga ke luar negeri
- Kemajuan teknologi dan globalisasi tidak boleh membuat anak muda melupakan bahasa, budaya, dan nilai-nilai luhur yang menjadi akar jati diri bangsa
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, sosok Haikal Pernandes hadir sebagai contoh generasi muda yang mampu menyeimbangkan kecintaan pada dunia digital dengan kepedulian terhadap bahasa dan budaya. Pemuda kelahiran Padang Pariaman, tahun 2005 ini saat ini menempuh pendidikan sebagai mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Semester 6 di UIN Imam Bonjol Padang. Berasal dari suku Tanjung dan besar dalam lingkungan budaya Minangkabau, Haikal mengaku nilai-nilai adat dan bahasa daerah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Selain aktif sebagai mahasiswa, Haikal juga dikenal sebagai sosok yang berprestasi di berbagai bidang. Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah saat dirinya terpilih sebagai penerima Beasiswa CIMB Niaga 2025–2027 setelah melalui empat tahapan seleksi dan bersaing dengan sekitar 20 ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia. Dari proses tersebut, ia berhasil menjadi satu dari 50 penerima beasiswa, sekaligus satu-satunya wakil dari Sumatera Barat dan satu dari tiga penerima dari Pulau Sumatra.
Haikal Dalam Obrolannya di acara Apresiasi Budaya Minangkabau, Minang Bakaba lamak di danga di Pro 4 Jakarta melalui sambungan telp, Rabu, 17 Juni 2026 memaparkan perihal prestasi yang di torehkannya.
"Selain mendapatkan Beasiswa CIMB Niaga alhamdulillah saya pernah mengikuti ajang duta bahasadan dan meraih posisi terbaik 4 Duta Bahasa Sumatra Barat. Melalui ajang tersebut, menurut saya semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan penggunaan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Bagi saya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas, jati diri, dan cerminan budaya suatu bangsa yang harus terus dilestarikan oleh generasi muda" ujar Haikal.

Perjalanan Haikal di dunia organisasi dan perlombaan dimulai sejak masa sekolah ketika ia dipercaya menjadi Wakil Ketua OSIS. Pengalaman tersebut terus berkembang saat memasuki dunia perkuliahan. Ia aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, kegiatan kebahasaan, media kreatif, serta pengembangan generasi muda. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi memberikan banyak pelajaran berharga, mulai dari kepemimpinan, kerja sama tim, hingga kemampuan berkomunikasi dan menyelesaikan masalah secara langsung di lapangan.
Baca Juga : Chef Fredi Susanto : Dari Dapur Sederhana Ke Pangung Internasional
Baca Juga : Dari Ranah Minang ke Jepang, Chef Joko Priono Menjaga Warisan Kuliner Nusantara
Ke depan, Haikal berharap dapat terus mengembangkan diri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga ke luar negeri. Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak takut mencoba hal-hal baru serta tetap bangga terhadap identitas budaya yang dimiliki. Menurutnya, kemajuan teknologi dan globalisasi tidak boleh membuat anak muda melupakan bahasa, budaya, dan nilai-nilai luhur yang menjadi akar jati diri bangsa. Dengan semangat belajar dan berkarya, ia yakin generasi muda Indonesia mampu memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, daerah, dan negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....