Melestarikan Budaya Hidup Sehat, Bagian Warisan Nilai Luhur Bangsa

  • 08 Jun 2026 13:45 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pentingnya melestarikan budaya hidup sehat sebagai bagian dari warisan nilai luhur masyarakat Indonesia menjadi tema yang mengemuka dalam dialog budaya yang berlangsung di Studio Seni Jawa lantai 2 pada acara Apresiasi Budaya Banyumasan Pro 4 RRI Jakarta pada Jumat, 05 Juni 2026.

Dialog yang dipandu oleh Dermawan Ismail bersama Kang Jori Guplak tersebut menghadirkan Eko selaku Ketua Korwil Bogor Timur, Acro selaku Menpora Papeling, dan Aman selaku Bidsos Papeling sebagai narasumber. Perbincangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Event Papeling Juni 2026 yang mengangkat berbagai isu sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam dialog tersebut, Eko menjelaskan, bahwa budaya hidup sehat sejatinya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Nusantara sejak dahulu kala. Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan alami, beraktivitas fisik, serta menjalin hubungan sosial yang harmonis merupakan bentuk budaya sehat yang diwariskan oleh para leluhur. Ia menilai nilai-nilai tersebut perlu terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak terkikis oleh perubahan gaya hidup modern yang serba instan.

Acro menambahkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana mengajak generasi muda untuk tetap menerapkan pola hidup sehat di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media digital. Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak menjadikan masyarakat pasif, melainkan dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan edukasi dan inspirasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Ia menegaskan bahwa generasi muda yang sehat secara fisik dan mental akan menjadi modal penting dalam pembangunan bangsa di masa depan.

Sementara itu, Aman menyoroti keterkaitan erat antara kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat. Ia menjelaskan bahwa lingkungan yang bersih, hubungan sosial yang baik, serta kepedulian antarwarga merupakan faktor yang turut mendukung terciptanya kehidupan yang sehat.

"Karena itu, budaya hidup sehat tidak hanya dipahami sebagai kebiasaan individu, tetapi juga sebagai nilai sosial yang tumbuh melalui kebersamaan dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Menutup dialog, para narasumber sepakat bahwa melestarikan budaya hidup sehat harus menjadi gerakan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Melalui momentum dialog budaya dalam rangkaian Event Papeling Juni 2026 tersebut, mereka berharap masyarakat semakin menyadari bahwa kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang tidak ternilai. Dengan menjaga budaya hidup sehat sebagai bagian dari identitas dan kearifan lokal, masyarakat Indonesia diyakini akan mampu melahirkan generasi yang lebih kuat, produktif, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....