Ngleluri Basa Merawat Identitas dan Warisan Bahasa Ngapak
- 02 Jun 2026 13:37 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID.Jakarta - Upaya melestarikan bahasa daerah menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga identitas budaya bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Marsinah, Guru SDN Sasak Panjang 01, saat menjadi narasumber melalui sambungan telepon dalam acara Apresiasi Budaya Banyumasan Pro 4 RRI Jakarta yang dipandu oleh Host Dermawan Ismail dan Kang Jori Guplak, Jumat, 29 Mei 2026.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut, Marsinah menegaskan bahwa bahasa Ngapak bukan sekadar alat komunikasi, melainkan warisan budaya yang mengandung sejarah, karakter, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Banyumasan yang harus terus dijaga keberadaannya.
Menurut Marsinah, istilah ngleluri basa memiliki makna merawat, menjaga, dan mewariskan bahasa kepada generasi berikutnya agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Ia menjelaskan bahwa bahasa Ngapak memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi pelafalan, kosakata, maupun ekspresi yang mencerminkan sifat masyarakat Banyumas yang dikenal lugas, jujur, terbuka, dan egaliter.
"Keunikan tersebut menjadi identitas yang membedakan masyarakat Banyumasan dari daerah lain, sehingga keberadaannya perlu terus diperkenalkan dan dibanggakan, terutama kepada anak-anak usia sekolah yang menjadi penerus budaya di masa mendatang," ucap Marsinah.
Dalam dunia pendidikan, Marsinah mengaku berupaya mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap bahasa Ngapak kepada para siswa melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Selain digunakan dalam komunikasi sehari-hari pada kesempatan tertentu, bahasa Ngapak juga dikenalkan melalui cerita rakyat, permainan tradisional, tembang daerah, hingga kegiatan seni budaya di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pendekatan yang menyenangkan akan membuat anak-anak merasa dekat dengan bahasa daerahnya sendiri dan tidak menganggap bahasa Ngapak sebagai sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman. Justru melalui bahasa itulah mereka dapat memahami akar budaya dan identitas leluhurnya.
Lebih jauh, Marsinah menyoroti tantangan yang dihadapi dalam pelestarian bahasa daerah di era digital. Banyak anak-anak yang kini lebih akrab dengan bahasa Indonesia maupun istilah asing yang diperoleh dari media sosial dan berbagai platform digital. Kondisi tersebut dinilai wajar sebagai bagian dari perkembangan zaman, namun tidak boleh membuat generasi muda melupakan bahasa ibunya.
Ia mengajak para orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk bersama-sama menciptakan ruang yang mendukung penggunaan bahasa Ngapak dalam kehidupan sehari-hari agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Menutup perbincangan, Marsinah menyampaikan bahwa melestarikan bahasa Ngapak sesungguhnya berarti menjaga jati diri dan kekayaan budaya bangsa Indonesia. Ia berharap masyarakat Banyumasan tidak merasa malu menggunakan bahasa daerahnya, melainkan menjadikannya sebagai kebanggaan yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Melalui semangat ngleluri basa, bahasa Ngapak diharapkan tetap lestari, dikenal luas, dan terus menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Banyumas di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang terus berkembang," ujar Marsinah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....