Menelusuri Jejak Sejarah di Rumah Si Pitung Pengunjung: Tak Masalahkan Harga Tiket
- 02 Jun 2026 13:24 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Kawasan cagar budaya Rumah Si Pitung di Marunda, Jakarta Utara, terus menjadi magnet bagi warga yang ingin bernostalgia sekaligus mengedukasi generasi muda tentang sejarah Betawi. Ibu Yusnidar, salah satu pengunjung yang datang baru-baru ini, mengungkapkan kekagumannya atas perubahan positif yang dialami situs bersejarah tersebut.
Bagi Ibu Yusnidar, kunjungan kali ini merupakan momen nostalgia yang berharga. Ia mengenang masa-masa saat anak-anaknya masih kecil dan sering diajak berkunjung ke sana. Kini, setelah anak-anaknya dewasa, ia kembali untuk melihat sejauh mana pelestarian budaya tersebut dipertahankan.
“Dulu saya sering bawa anak-anak ke sini waktu masih kecil, sekarang sudah pada dewasa. Rasanya nyaman sekali, kita jadi bisa terus melestarikan adat istiadat dan budaya supaya anak cucu tetap kenal,” ujarnya kepada RRI Jakarta, Senin 1 Juni 2026.
Ibu Yusnidar memberikan apresiasi khusus terhadap tingkat kebersihan dan ketertiban di area museum. Meskipun ada beberapa pengunjung yang mengeluhkan ketiadaan pedagang di dalam area inti, ia justru menilai kebijakan tersebut sangat tepat untuk menjaga keasrian lokasi.
“Menurut saya bagus kalau tidak ada yang jualan di dalam. Pengunjung bisa bawa bekal masing-masing. Kalau ada yang jualan, nanti jadi kotor dan banyak sampah, apalagi yang datang kebanyakan bawa anak kecil,” tambahnya.
Mengenai harga tiket masuk sebesar Rp20.000, Ibu Yusnidar menganggap harga tersebut sangat wajar dan relatif murah dibandingkan dengan kualitas perawatan yang diberikan saat ini. Ia mencatat perbedaan signifikan antara kondisi Rumah Si Pitung yang sekarang dengan kondisi di masa lalu yang kurang terawat.
“Harga tiket Rp20.000 itu wajar. Saya lihat perawatannya sudah maksimal. Lantai panggungnya sudah dinaikkan dan dibangun tembok keliling untuk menjaga supaya tidak terkena banjir rob. Dulu kan kurang diperhatikan, sekarang sudah jauh lebih bagus dan kokoh,” jelasnya.
Meski puas dengan kondisi fisik bangunan, Ibu Yusnidar memberikan saran kepada pengelola agar lebih gencar melakukan promosi melalui media sosial. Ia berharap dengan publikasi yang lebih luas, semakin banyak masyarakat Jakarta yang tertarik untuk mengunjungi gedung-gedung bersejarah.
“Mungkin perlu lebih banyak promosi di media sosial, ya. Mengajak orang-orang untuk jalan-jalan ke gedung sejarah supaya tidak terlupakan,” pungkasnya.
Upaya mitigasi banjir dan pemeliharaan rutin yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta terhadap Rumah Si Pitung terbukti memberikan rasa nyaman bagi pengunjung, sekaligus memastikan warisan sejarah ini tetap tegak berdiri di tengah tantangan alam pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....