Apresiasi Budaya Batak di RRI, Peran Diaspora Menjaga Budaya Masyarakat Batak
- 19 Mei 2026 21:42 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID,Jakarta - Apresiasi Budaya Batak, di Pro 4 RRI Jakarta hadir dengan tema “Diaspora Batak: Dari Perantauan untuk Pemberdayaan Kampung Halaman” menjadi sorotan hangat yang menyentuh banyak kalangan. Senin, 18 Mei 2026.
Acara yang dipandu Host Dermawan Ismail itu menghadirkan Narasumber Baltasar Tarigan, SE., Anggota Intelektual Think Tank BATAK CENTER, melalui sambungan telepon. Dalam perbincangan yang berlangsung dinamis, Baltasar menegaskan, bahwa Diaspora Batak bukan sekadar fenomena perpindahan masyarakat ke berbagai daerah maupun luar negeri, tetapi telah berkembang menjadi kekuatan sosial, ekonomi, dan intelektual yang mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan kampung halaman di Tanah Batak.
Menurutnya, semangat “marsipature hutanabe” atau kembali membangun kampung halaman harus terus dihidupkan di tengah generasi Batak modern.
| Baca juga: 3 Makna Sajian Gendhing Upacara Adat Panggih |
Baltasar Tarigan menjelaskan bahwa masyarakat Batak sejak dahulu dikenal memiliki budaya merantau yang kuat. Namun di era sekarang, pola perantauan itu mengalami transformasi besar. Diaspora Batak tidak lagi hanya bekerja untuk kepentingan pribadi dan keluarga, melainkan mulai terlibat dalam berbagai gerakan kolektif seperti pemberdayaan UMKM desa, pengembangan pendidikan, pelestarian budaya, hingga pembangunan sumber daya manusia di daerah asal. Ia menilai keberadaan komunitas Batak di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, bahkan hingga luar negeri, telah membuka jaringan pengetahuan dan ekonomi yang sangat potensial untuk membantu daerah-daerah di Sumatera Utara.
“Ketika orang Batak berhasil di rantau, sesungguhnya keberhasilan itu belum lengkap bila tidak membawa manfaat bagi bona pasogit,” ungkap Baltasar dalam dialog tersebut.
Lebih jauh, Baltasar menyoroti pentingnya kolaborasi antara diaspora, pemerintah daerah, tokoh adat, dan generasi muda. Menurutnya, pembangunan kampung halaman tidak cukup hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi membutuhkan gerakan bersama yang lahir dari rasa memiliki terhadap identitas budaya Batak. Ia mencontohkan banyak anak muda Batak di perantauan yang kini mulai aktif membangun program digitalisasi desa, beasiswa pendidikan, pelatihan kewirausahaan, hingga promosi wisata budaya Danau Toba melalui media sosial. Hal itu dianggap sebagai bentuk kontribusi baru diaspora yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan zaman. Ia juga menegaskan bahwa kemajuan teknologi membuat jarak antara rantau dan kampung halaman semakin dekat, sehingga kontribusi tidak harus selalu berbentuk kehadiran fisik.
Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, host Dermawan Ismail juga mengangkat isu kekhawatiran lunturnya identitas budaya di kalangan generasi muda Batak yang lahir dan besar di perantauan. Menanggapi hal itu, Baltasar Tarigan menilai bahwa tantangan terbesar diaspora saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi menjaga kesinambungan nilai budaya, bahasa, dan falsafah hidup Batak di tengah arus globalisasi. Karena itu, ia mendorong agar komunitas Batak di berbagai daerah lebih aktif mengadakan kegiatan budaya, pendidikan adat, diskusi intelektual, hingga forum kebangsaan yang melibatkan generasi muda. Menurutnya, budaya Batak harus tampil sebagai identitas yang adaptif, terbuka, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional tanpa kehilangan akar tradisinya.
Menutup perbincangan di Pro 4 RRI Jakarta, Baltasar Tarigan mengajak seluruh diaspora Batak untuk tidak melupakan tanggung jawab moral terhadap tanah kelahiran. Ia berharap semangat gotong royong, kekeluargaan, dan kecintaan terhadap bona pasogit dapat menjadi energi besar dalam membangun masyarakat Batak yang maju dan berdaya saing. “Perantauan jangan hanya menjadi tempat mencari keberhasilan pribadi, tetapi juga menjadi ruang untuk membawa harapan baru bagi kampung halaman,” ujarnya.
Dialog budaya tersebut mendapat apresiasi dari para pendengar karena dinilai menghadirkan perspektif inspiratif mengenai peran diaspora dalam menjaga budaya sekaligus mendorong pembangunan sosial masyarakat Batak di era modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....