Nilai Budaya Wong Banyumas Sederhana,Blakasuta, dan Egaliter

  • 04 Mei 2026 10:39 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID,Jakarta - Semangat kesederhanaan, keterbukaan, dan kesetaraan yang melekat pada budaya wong Banyumas menjadi sorotan dalam program Apresiasi Budaya Banyumas yang disiarkan Pro 4 RRI Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam dialog via sambungan telepon, narasumber Wahyudin, SE, MM., dosen STIE Pengembangan Bisnis dan Manajemen Jakarta, memaparkan bahwa karakter wong Banyumas tidak hanya menjadi identitas kultural, tetapi juga cerminan nilai hidup yang relevan di tengah masyarakat modern. Acara yang dipandu host Dermawan Ismail tersebut berlangsung hangat dengan pembahasan mendalam mengenai filosofi hidup masyarakat Banyumas.

Wahyudin menjelaskan bahwa kesederhanaan atau “prasaja” merupakan fondasi utama dalam kehidupan wong Banyumas. Menurutnya, sikap ini tercermin dalam gaya hidup yang tidak berlebihan, baik dalam bertutur kata, berpakaian, maupun dalam bersikap sosial. “Kesederhanaan wong Banyumas bukan berarti kekurangan, melainkan bentuk kebijaksanaan dalam menempatkan diri secara proporsional,” ujarnya. Nilai ini, lanjutnya, justru menjadi kekuatan moral dalam menghadapi dinamika kehidupan yang semakin kompleks.

Selain itu, karakter “blakasuta” atau keterusterangan menjadi ciri khas yang menonjol. Dalam pandangan Wahyudin, budaya blakasuta mencerminkan kejujuran dan keberanian dalam menyampaikan pendapat tanpa tedeng aling-aling. Ia menilai, meskipun terkadang dianggap terlalu lugas, sikap ini justru memperkuat komunikasi yang transparan dan menghindarkan kesalahpahaman. “Blakasuta adalah bentuk integritas. Dalam dunia profesional pun, nilai ini sangat dibutuhkan untuk membangun kepercayaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, nilai egaliter yang dianut wong Banyumas menunjukkan bahwa masyarakatnya menjunjung tinggi kesetaraan tanpa memandang status sosial. Wahyudin menuturkan bahwa dalam budaya Banyumas, hubungan antarindividu cenderung cair dan tidak kaku, sehingga menciptakan suasana sosial yang inklusif. “Semangat egaliter ini menjadikan wong Banyumas mudah beradaptasi di berbagai lingkungan, karena mereka tidak membatasi diri dengan sekat-sekat hierarki,” jelasnya.

Di akhir perbincangan, Wahyudin berharap nilai-nilai budaya Banyumas seperti sederhana, blakasuta, dan egaliter dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda. Ia menekankan pentingnya peran pendidikan dan media dalam menjaga eksistensi nilai-nilai tersebut. Melalui program seperti yang disiarkan Pro 4 RRI Jakarta ini, diharapkan masyarakat luas semakin memahami dan mengapresiasi kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....