Menemukan Ketenangan dan Harapan dalam Cahaya Flower Moon
- 03 Mei 2026 01:37 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Komoenitas Makara sukses menyelenggarakan meditasi bulan purnama dalam rangka menyambut fenomena Flower Moon
- Fenomena Flower Moon sendiri memiliki akar sejarah dari tradisi masyarakat asli Amerika, khususnya suku Algonquin
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI) bersama Urban Spiritual Indonesia dan Komoenitas Makara sukses menyelenggarakan meditasi bulan purnama dalam rangka menyambut fenomena Flower Moon. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam, 1 Mei 2026, ini digelar secara khidmat di halaman Makara Art Center (MAC) UI, Depok, menghadirkan suasana hening yang menyatu dengan cahaya bulan purnama yang terang.
Acara ini dipandu oleh Pakar Budaya Jawa sekaligus akademisi UI, Dr. Turita Indah Setyani, yang mengajak para peserta untuk menyelami ketenangan batin di tengah dinamika kehidupan perkotaan. Dengan pendekatan yang lembut dan reflektif, ia memimpin sesi meditasi yang berfokus pada kesadaran diri serta keterhubungan manusia dengan alam semesta.

Fenomena Flower Moon sendiri memiliki akar sejarah dari tradisi masyarakat asli Amerika, khususnya suku Algonquin. Bulan purnama di bulan Mei dinamakan demikian karena bertepatan dengan musim semi di belahan bumi utara, saat bunga-bunga bermekaran. Secara simbolis, fenomena ini melambangkan kesuburan, pembaruan, dan kebangkitan setelah masa panjang yang penuh tantangan.
Dalam perspektif spiritualitas urban, meditasi saat Flower Moon dipercaya membawa energi positif yang kuat. Momen ini dimanfaatkan untuk membersihkan diri dari beban emosional, menanamkan niat baru, serta mencapai keseimbangan batin.
Akademisi UI, Dr. Turita Indah Setyani menyampaikan mengajak masyarakat , khususnya warga UI kembali terhubung dengan alam.
“Melalui meditasi ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya warga UI, untuk kembali terhubung dengan ritme alam. Flower Moon adalah momentum untuk memekarkan kembali semangat dan harapan dalam diri kita,” ujar Dr. Turita Indah Setyani.

Kegiatan yang terbuka untuk umum ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga praktisi spiritual dari Jakarta dan Depok. Kehadiran beragam peserta tersebut menciptakan suasana harmonis yang memadukan nilai budaya dan spiritualitas, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai ruang perjumpaan yang inklusif dan reflektif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....