Komunitas Makara Art Center UI, Hadirkan Pertunjukan Musik dan Puisi Umam Dante
- 02 Mei 2026 08:06 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, Jakarta - Gelaran budaya bersama Komoenitas Makara di Makara Art Center Universitas Indonesia pada Selasa, 7 April 2026, menghadirkan nuansa berbeda melalui penampilan proyek musikalisasi puisi, Umam Dante.
Berasal dari Pamulang, kelompok ini sukses memikat penonton dengan eksplorasi bunyi yang memadukan kedalaman makna puisi dan kekuatan musikalitas yang emosional. Penampilan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam acara yang mempertemukan berbagai ekspresi seni kontemporer.
Digawangi oleh Luthfi K. Umam, Umam Dante membawakan dua karya sastra penting, yakni “Surat Sobek I” karya Mahwi Air Tawar dan “Rekah” karya Nando Jafar Sidiq. Kedua puisi tersebut dihidupkan kembali melalui komposisi musik yang magis, menjadikan teks sastra tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan secara lebih mendalam melalui pengalaman audio visual.
Perjalanan Umam Dante sendiri dimulai sejak 2015 di lingkungan komunitas sastra Universitas Pamulang. Berawal dari pembacaan puisi sederhana, proyek ini berkembang menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin antara sastra dan musik. Seiring waktu, mereka mulai tampil di berbagai panggung bergengsi, seperti Get The Fest di Ubud, hingga panggung seni di Taman Ismail Marzuki, serta berbagai festival kampus dan komunitas budaya di wilayah Depok dan sekitarnya.
Menurut Luthfi, eksplorasi ini lahir dari keinginan untuk memperluas cara menikmati puisi. Ia mengungkapkan bahwa inspirasi musik Umam Dante datang dari berbagai sumber lintas genre, mulai dari nuansa religi dan tradisional hingga musik modern yang energik. Perpaduan tersebut menciptakan karakter unik yang dinamis, namun tetap mempertahankan esensi puitis dalam setiap penampilan.
Kehadiran Umam Dante di Makara Art Center diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk terus berinovasi dalam dunia seni. Di tengah arus modernisasi, upaya menghidupkan kembali sastra melalui medium baru menjadi langkah penting agar karya-karya literasi tetap relevan dan mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
“Proyek ini dimulai dari semangat untuk membunyikan puisi. Kami ingin menggali potensi puisi agar tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi juga bisa dirasakan energinya melalui musik,” ujar Luthfi K. Umam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....