Suara Budaya di RRI, Menelusuri Jejak Budaya, Cerita Legenda Rakyat di Bumi Minahasa
- 30 Apr 2026 10:34 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menelusuri lorong waktu melalui tutur lisan, legenda rakyat Minahasa muncul sebagai benang merah yang mengikat memori kolektif masyarakatnya dalam harmoni budaya yang tak lekang oleh zaman. Cerita-cerita kuno ini bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan kristalisasi pengalaman historis yang terus membentuk fondasi identitas sosial di tengah gempuran modernisasi yang kian masif. Pengetahuan tradisional yang lahir dari pengalaman hidup ini menjadi ruh bagi masyarakat untuk memahami jati diri mereka yang sebenarnya di masa kini.
Thiosani Friendly Kaat, Penulis dan Budayawan dalam program Suara Budaya Nusantara di RRI pada Rabu, 29 April 2026 menekankan pentingnya menjaga warisan lisan tersebut.
“Legenda itu bukan sekadar legenda, tetapi pengetahuan masyarakat yang lahir dari pengalaman hidup dan membentuk cara mereka beridentitas,” ujarnya.
Dalam diskusi kolaborasi antara RRI Manado dan RRI Jakarta ini Thiosani mengatakan, bahwa nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara lisan merupakan harta karun intelektual yang harus dipahami oleh setiap generasi.
Menurut Thiosani Friendly Kaat, kisah Toar dan Lumimuut adalah contoh nyata bagaimana mitologi mencerminkan struktur sosial dan nilai kekeluargaan masyarakat Minahasa.
"Tanpa warisan cerita rakyat, masyarakat berisiko kehilangan arah dalam menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat. Ketika kita dijauhkan dari cerita-cerita rakyat, kita seperti kehilangan kompas dalam hidup,” pesannya.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan, hubungan erat antara legenda dan kehidupan sosial ini terlihat jelas pada sikap gotong royong dan sistem kepercayaan yang masih terjaga hingga saat ini. Cerita rakyat berfungsi sebagai instrumen pendidikan moral yang mengajarkan kebersamaan dalam setiap napas kehidupan masyarakat setempat. Meski menghadapi tantangan digitalisasi, nilai-nilai yang terkandung dalam legenda tersebut tetap menjadi pilar utama yang menyokong keberlangsungan tatanan sosial budaya di Sulawesi Utara.
Sebagai langkah nyata, digitalisasi cerita rakyat melalui berbagai platform daring menjadi solusi relevan agar generasi muda tetap terhubung dengan akar budayanya. Peran aktif pemerintah dan komunitas lokal sangat dibutuhkan untuk memastikan warisan ini tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi tetap hidup sebagai bagian dari masa depan. Dengan pendekatan yang tepat, legenda rakyat akan terus menjadi kompas yang memandu identitas sosial budaya Minahasa di kancah Nusantara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....