Benarkah Seni Dunia Dimulai dari Sulawesi? ArkeoTalks Menjawab
- 26 Feb 2026 20:36 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Penemuan gambar cadas di Sulawesi belakangan ini menghebohkan dunia arkeologi internasional. Salah satu temuan yang paling ikonik adalah cap tangan di Liang Metanduno yang diperkirakan sudah berumur sekitar 67.800 tahun. Fakta ini tentu saja menggeser teori lama yang menyebutkan bahwa pusat seni rupa manusia pertama kali muncul di daratan Eropa.
Riset mendalam mengenai hal ini akan dikupas tuntas dalam diskusi daring ArkeoTalks #5 yang menghadirkan pakar dari BRIN. "Temuan ini bukan sekadar coretan di dinding gua, melainkan bukti nyata bahwa Nusantara adalah salah satu titik awal budaya simbolik manusia," ujar Adhi Agus Oktaviana, Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurutnya, ada pesan mendalam yang tersimpan di balik pigmen-pigmen purba tersebut yang selama ini belum terungkap ke publik.
Adhi Agus Oktaviana juga menekankan bahwa posisi Indonesia kini menjadi sangat krusial dalam peta sejarah evolusi kognitif manusia global. "Dunia sedang melirik ke arah kita untuk memahami bagaimana manusia purba pertama kali mengekspresikan pikiran mereka melalui karya seni," tambahnya. Beliau ingin mengajak masyarakat untuk melihat sejarah ini bukan sebagai masa lalu yang kaku, melainkan identitas yang membanggakan.
Diskusi ini akan dipandu oleh Tri Antika sebagai moderator dan diharapkan bisa menjembatani obrolan teknis arkeologi ke bahasa yang lebih populer. Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komda DIY-Jateng dalam rangka merayakan hari jadi mereka yang ke-50 tahun. Bagi Anda yang sering bertanya-tanya mengapa nenek moyang kita memilih gua sebagai kanvas pertama mereka, sesi ini adalah tempat yang tepat untuk menemukan jawabannya.
Pertemuan ini akan berlangsung secara daring pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, tepat pukul 15.30 WIB. Peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat umum, dipersilakan bergabung melalui platform Zoom Meeting. Panitia sudah menyiapkan akses mudah lewat tautan singkat dan meeting ID yang tertera pada poster resmi mereka. Jangan sampai ketinggalan karena kuota diskusi menarik seperti ini biasanya sangat diminati oleh para pecinta sejarah.
Narasi sejarah ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, terutama bagi Anda yang peduli pada asal-usul peradaban di tanah air. Dengan mengikuti diskusi ini, kita akan memahami mengapa satu cap tangan sederhana bisa mengubah isi buku sejarah dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....