Bubur Peca, Warisan Budaya Ikonik Masjid Shirathal Mustaqim

  • 26 Feb 2026 20:26 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Masjid Shirathal Mustaqim di Samarinda kembali menghidupkan tradisi Bubur Peca pada Ramadan tahun ini.

Dalam siaran berjaringan RRI Pro 4 Jakarta dan RRI Samarinda pada 24 Februari 2026 kemarin. Sekretaris Umum Masjid Shirathal Mustaqim, Ishak Ismail, menceritakan bahwa sajian ini selalu hadir setiap sore untuk jemaah yang berbuka. Tradisi ini bukan sekadar urusan perut, melainkan warisan identitas yang sudah menyatu dengan keseharian warga Samarinda seberang.

Ishak Ismail menjelaskan bahwa Bubur Peca adalah simbol silaturahmi yang sudah ada sejak lama di masjid tersebut. Menurutnya, menghidangkan bubur ini adalah cara pengurus masjid menyambut siapa pun yang datang untuk beribadah. “Bubur Peca ini bukan sekadar makanan berbuka, tapi simbol kebersamaan warga dan sejarah panjang masjid kami,” ujar Ishak dalam dialog tersebut.

Proses pembuatannya pun dilakukan secara komunal oleh warga dan pengurus masjid dengan cara gotong royong. Ishak menyebut bahwa yang paling berkesan dari tradisi ini adalah kerelaan warga untuk meluangkan waktu memasak bersama dalam porsi besar. “Yang kami jaga itu bukan cuma resepnya, tapi semangat kebersamaannya. Dari dulu sampai sekarang, warga tetap antusias ikut memasak dan membagikan,” tambahnya.

Secara historis, tradisi ini muncul sejak berdirinya masjid dan terus dipertahankan sebagai bentuk pelayanan kepada jemaah dan musafir. Meski bahan-bahan yang digunakan cukup sederhana, nilai sosial di balik penyajiannya membuat bubur ini sangat dinanti. Kegiatan ini biasanya dilakukan di area masjid sehingga seluruh lapisan masyarakat bisa ikut terlibat atau sekadar datang mencicipi.

Saat ini, Bubur Peca telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda daerah karena konsistensinya yang terjaga. Melalui siaran RRI ini, diharapkan masyarakat luas bisa lebih mengenal kekayaan tradisi lokal yang ada di berbagai penjuru Nusantara. Jejak sejarah di Masjid Shirathal Mustaqim menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah momen tepat untuk memperkuat ikatan persaudaraan.

Keberadaan Bubur Peca setiap tahunnya menjadi bukti bahwa tradisi lama tetap bisa relevan di tengah zaman yang terus berubah. Pengurus masjid berkomitmen untuk terus menjaga keaslian resep dan cara pengolahan tradisional ini agar tidak hilang ditelan zaman. Dengan begitu, generasi mendatang di Samarinda tetap bisa merasakan kehangatan tradisi berbuka yang sudah dijalankan oleh para pendahulu mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....