Tanjidor Betawi Minan Lestarikan Musik Tradisi sejak 1973

  • 11 Feb 2026 23:10 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Kelompok Tanjidor Betawi Minan terus melestarikan musik tradisional Betawi sejak berdiri pada 1973 di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kelompok keluarga ini tetap aktif tampil di berbagai acara budaya dan pesta rakyat hingga kini.

Tanjidor Minan didirikan almarhum Sait dan kini diteruskan putranya, Minan, bersama anggota yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Mereka mempertahankan musik tanjidor sebagai identitas budaya Betawi di tengah perkembangan zaman.



Kelompok Tanjidor Minan bermarkas di Jalan Kecapi V, Jagakarsa, dan hingga kini aktif tampil dalam berbagai acara masyarakat sebagai bagian dari pelestarian musik tradisional Betawi. (Foto: Dok. Minan)

Baca juga :

Minan mengatakan, tanjidor bukan hanya hiburan, tetapi juga simbol warisan budaya. “Tanjidor bukan sekadar musik, tetapi cara kami mempertahankan darah budaya Betawi di tengah perubahan zaman,” ujar Minan, Selasa, 10 Februari 2026.

Kelompok ini bermarkas di Jalan Kecapi V, Jagakarsa, dan beranggotakan sekitar delapan orang. Mereka kerap diundang tampil dalam acara penyambutan tamu, khitanan, hingga pernikahan dengan aransemen khas Betawi.

Meski harus menempuh perjalanan jauh ke berbagai lokasi, para pemain tetap bersemangat tampil. Mereka berharap musik tanjidor tetap dikenal generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya Jakarta.

Sanggar Tanjidor Minan juga pernah tampil di Setu Babakan, Taman Mini Indonesia Indah, hingga Yogyakarta. Penampilan itu menjadi upaya memperluas pengenalan Tanjidor Betawi kepada masyarakat lintas daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....