Gelaran Ilen-Ilen Ring Umah AyuBulan 2026

  • 04 Feb 2026 22:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Ilen-Ilen Ring Umah AyuBulan menjadi salah satu agenda rutin tahunan yang digelar Bengkel Tari Lestari AyuBulan, di Gedung Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat. Minggu, 01 Februari 2026.

Kegiatan tersebut  merupakan ajang bagi para siswa untuk menampilkan hasil latihan tari Bali yang telah mereka tekuni selama berbulan-bulan, sekaligus ruang pembelajaran untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap seni tradisi.

Secara harfiah, Ilen-Ilen Ring Umah AyuBulan berarti tari-tarian di rumah AyuBulan. Mengusung semboyan Tandang, Tangkis, Tangkep, ajang ini menekankan penguasaan konsep dasar gerak tari Bali yang mencakup teknik lokomotor, transisi, serta ekspresi. Ketiga unsur tersebut membentuk kesatuan wiraga, wirama, dan wirasa yang menjadi fondasi penting dalam penghayatan tari Bali klasik maupun kreasi.

Ni Nyoman Trianawati, pimpinan Bengkel Tari AyuBulan dan Lestari AyuBulan mereka mengatakan“Tarian adalah bahasa tersembunyi jiwa, sebuah ekspresi diri agar menjadi versi terindah bagi diri sendiri. Tarian menyatukan kita menemukan kegembiraan dan kekuatan di dalam diri, sekaligus menjadi jalan pelestarian budaya dan wujud cinta kepada neger”, ujar me


Foto bersama  para siswa yang menampilkan hasil latihan tari Bali yang telah mereka tekuni selama berbulan-bulan. (Foto : Bengekel Tari AyuBulan)


Selain aspek teknik, penguasaan mental saat tampil di atas panggung juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Tahun ini, panel juri kembali menghadirkan seniman-seniman berpengalaman, di antaranya Dr. Ni Nyoman Sudewi, S.S.T., M.Hum., akademisi dan pakar tari Bali; I Ketut Wana, pendiri Sanggar Wira Kencana; serta Nungki Kusumastuti, doktor sejarah sekaligus penari senior. Kehadiran para juri tidak hanya menilai, tetapi juga berbagi pengalaman dan pendalaman makna tari kepada para siswa.

Ilen-Ilen Ring Umah AyuBulan mempertemukan 223 siswa dari sembilan studio Lestari AyuBulan yang dibimbing oleh para penari Bengkel Tari AyuBulan. Sebanyak 16 nomor tari, baik Legong klasik maupun tari kreasi, dibawakan oleh 25 kelompok siswa. Ajang ini menjadi ruang saling belajar, berbagi energi positif, serta refleksi diri antarkelompok. “Peminat tari Bali terus meningkat, tahun ini jumlah siswa bertambah sekitar 20 persen. Ini seiring tumbuhnya kesadaran, khususnya perempuan Indonesia, untuk mencintai budaya, berkebaya, dan mempelajari tari tradisi Bali,” tutur Ni Nyoman Trianawati.

Lebih dari sekadar ajang uji tampil, Ilen-Ilen Ring Umah AyuBulan merepresentasikan semangat pelestarian budaya Indonesia yang sejalan dengan makna nama Lestari AyuBulan. Gelaran ini juga menjadi wujud komitmen para pelatih dalam meneruskan pesan mendiang Dr. A.A. Ayu Bulantrisna Djelantik, maestro Legong Indonesia dan pendiri Bengkel Tari AyuBulan, untuk terus menghidupkan cinta budaya, rasa, dan jati diri bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....