Harga Cabai hingga Tomat Naik, Pedagang Sayur di Jakbar Keluhkan Omzet Menurun
- 14 Mei 2026 18:25 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pedagang sayur di Pasar Tomang Barat atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Kopro, Jakarta Barat, mengeluhkan kenaikan harga sejumlah bahan pangan yang terjadi dalam satu bulan terakhir.
Salah satu pedagang sayur, Partini (45), mengatakan sejumlah komoditas seperti cabai rawit, cabai merah besar, tomat, hingga bawang mengalami lonjakan harga cukup signifikan sejak setelah Lebaran.
“Lagi naik sekarang, semuanya lagi pada naik. Cabai rawit naik, cabai merah besar naik, tomat juga naik,” ujar Partini saat ditemui di lokasi, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, hampir seluruh komoditas sayuran mengalami kenaikan harga cukup drastis, bahkan beberapa di antaranya mencapai dua kali lipat.
Ia mencontohkan harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp80 ribu per kilogram.
Sementara untuk cabai merah besar, harga beli dari pemasok kini mencapai Rp60 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp40 ribuan.
| Baca juga: Pakar UGM Setuju Harga Pertamax Naik |
“Biasanya cabai merah besar itu Rp40 ribuan, sekarang belinya Rp60 ribu. Jualnya paling Rp70 ribu, itu juga tipis banget untungnya, belum kalau ada yang busuk, belum ongkos dan bayar lapak,” katanya.
Tak hanya itu, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lainnya seperti Tomat. Partini mengaku, sebelumnya ia dapat membeli tomat dengan harga Rp8 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram, namun kini harga modal mencapai Rp17 ribu per kilogram.
Partini yang sudah berjualan di pasar itu sejak 1999 menilai, melambungnya harga kebutuhan pokok tersebut membuat banyak pembeli mengurangi jumlah belanja mereka.
| Baca juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp92.250 per Kg |
“Pengaruh banget. Biasanya orang beli banyak, sekarang sedikit. Omzet juga menurun. Biasanya beli 10 kilo, sekarang paling 5 kilo,” ujarnya.
Selain harga bahan pangan, Partini juga mengeluhkan kenaikan harga kantong plastik yang digunakan untuk membungkus sayuran. Menurutnya, harga plastik naik cukup tinggi dari sebelumnya sekitar Rp32 ribu menjadi Rp54 ribu per kilogram.
“Itu kan sayur harus dikantongi. Nggak mungkin juga pembeli disuruh bayar kantongnya,” keluhnya.
Ia mengatakan lonjakan harga mulai dirasakan sejak usai Lebaran dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. “Belum turun, malah semuanya ikut naik lagi,” tuturnya.
Ia berharap harga bahan pangan dapat segera kembali stabil agar masyarakat dan pedagang tidak semakin terbebani kondisi ekonomi saat ini.
“Harapannya ya biar turun. Kalau naik terus begini pembeli juga mikir, jadi belinya diirit-irit,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....