Manufacturing Indonesia 2024, Inovasi dan Transformasi Industri Berkelanjutan

  • 04 Des 2024 14:42 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Perkembangan teknologi berjalan begitu pesat. Berbagai peralatan yang menghadirkan inovasi baru terus bermunculan.

Terobosan di bidang teknologi ini dihadirkan dalam Manufacturing Indonesia 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 4-7 Desember 2024. Pameran industri manufaktur terbesar di Asia Tenggara diikuti 1.300 peserta dari 32 negara mengangkat tema "35 Years of Innovation - Driving the Future of Manufacturing".

Meysia Stephannie, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia mengatakan, pameran ini berfokus ada transformasi industri menuju masa depan yang lebih maju, berkelanjutan dan efisien.

Menurutnya, sejak pertama kali diselenggarakan, Manufacturing Indonesia telah menjadi ajang strategis bagi inovator, pelaku industri dan pembuat kebijakan untuk mempercepat perkembangan sektor manufaktur. Tahun ini, pameran menyoroti adopsi teknologi digital, keberlanjutan dan kolaborasi limpa sektor sebagai pilar utama membangun daya saing.

"Merupakan kehormatan bagi kami bisa menjadi bagian dari perjalanan industri manufaktur selama 35 tahun terakhir. Tema tahun ini menggaris bawahi komitmen kami untuk terus menjadi platform yang relevan dalam mendorong Inovasi dan kolaborasi. Kami berharap pameran ini menginspirasi pelaku usaha, dari skala besar hingga UMK untuk lebih teguh menghadapi peluang dan tantangan di masa depan," ujar Meysia dalam sambutannya di JIExpo, Rabu (04/11/2024).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi sektor manufaktur mencapai 19,02% terhadap perekonomian nasional pada triwulan III - 2024, dengan pertumbuhan 4,72% (y-o-y). Siapa yang tersebut menegaskan ketangguhan industri nasional di tengah tantangan global dan pentingnya kebijakan strategis seperti peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian RI mengatakan, seiring meningkatnya permintaan domestik dan ekspor di sektor makanan dan minuman, bahan bangunan dari logam dan logam dasar, serta komponen elektronik, industri manufaktur berhasil mencatat pertumbuhan tinggi terhadap ekonomi nasional dengan kontribusi sebesar 0,96% (y-o-y) ada kuartal ketiga tahun ini.

"Kami terus berupaya mendorong dan memfasilitasi kebijakan pro-industri guna memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan nilai tambah produk lokal serta mengurangi ketergantungan pada impor," katanya.

Yan berharap, pameran ini menjadi platform strategis bagi pelaku industri untuk mempercepat transformasi, sekaligus mengukuhkan sektor manufaktur sebagai pilar utama ekonomi Indonesia.

Manufacturing Indonesia 2024 tidak hanya menampilkan teknologi terbaru, tetapi juga mendukung pengembangan SDM melalui seminar, diskusi, workshop, dan program pendukung lainnya. Bersama Kemenperin dan Imajin, Pamerindo melalui TKDN Hub menjadi sarana berbagi wawasan dan praktik terbaik untuk mendorong pemanfaatan produk dalam negeri.

Dukungan juga hadir melalui Indoestri Area, zona khusus yang dirancang untuk meningkatkan kapabilitas industri lokal. Berkolaborasi dengan enam perusahaan manufaktur dalam negeri seperti, Folks Automation, IndoHRM, KalasanValley, Molca, Peris.ai, dan Ragdalion Tech, partisipan pameran dapat mengeksplorasi teknologi mutakhir dan solusi inovatif karya anak bangsa, dengan memberdayakan kreativitas, keterampilan dan kecerdasan teknologi menuju industri yang lebih maju.

Mendukung era digitalisasi, Manufacturing Indonesia 2024 mempersembahkan Robo Park, area khusus hasil kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), yang menampilkan inovasi robotik karya anak bangsa. Inisiatif ini bertujuan memotivasi para pelaku industri dan generasi muda untuk terus berkreasi menciptakan produk berkualitas dan berdaya saing.

Fanky Christian, Sekretaris Jenderal APTIKNAS menjelaskan, teknologi seperti IoT, AI, dan cloud computing kini menjadi kebutuhan krusial, tidak hanya bagi perusahaan besar tetapi juga UKM. Pameran ini menjadi wadah strategis untuk berbagi wawasan dan menciptakan kolaborasi demi mempercepat transformasi digital.

Sementara itu, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), yang menjadi Official Bank Partner dalam Manufacturing Indonesia 2024 menegaskan komitmennya untuk menyediakan solusi finansial berbasis teknologi dalam mendukung pertumbuhan UKM di sektor manufaktur.

"Produk SME Banking yang ditawarkan Maybank Indonesia memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya adalah portofolio produk yang beragam, jaringan cabang yang tersebar luas di seluruh tanah air, platform digital banking terkini, serta dukungan analisis data yang andal,” ucap David Wongso, Head of SME Banking Maybank Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....