Damkar DKI Ingatkan Warga Waspadai Bahaya Kebakaran Permukiman
- 06 Okt 2026 16:17 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Damkar DKI Ingatkan Warga Waspadai Bahaya Kebakaran Permukiman
RRI.CO.ID, Jakarta — Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengingatkan warga agar mewaspadai potensi kebakaran, terutama di lingkungan permukiman padat yang memiliki risiko tinggi. Hal tersebut disampaikannya dalam program Majalah Udara Live Kentongan RRI PRO 1 Jakarta, Selasa (6/10/2026), dengan tema 'Prosedur Darurat Kebakaran Bangunan Gedung dan Lingkungan Permukiman'.
Kepala Seksi Publikasi Pemberdayaan Masyarakat Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Saefulloh, mengatakan kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di berbagai lokasi, baik rumah, permukiman maupun bangunan bertingkat. Menurut Saefulloh, kondisi cuaca panas turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
"Sehari itu bisa enam sampai tujuh kali kebakaran," ujar Saefulloh.
Ia menjelaskan, penanganan kebakaran di bangunan gedung memiliki sejumlah tahapan penting. Ketika melihat api, penghuni harus segera mengaktifkan alarm kebakaran agar kondisi darurat diketahui penghuni lainnya.
Setelah alarm diaktifkan, kejadian tersebut harus segera dilaporkan kepada manajemen gedung dan layanan darurat melalui nomor 112. Jika api masih dalam tahap awal dan kondisi aman, penghuni dapat melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Saefulloh menegaskan, ketika evakuasi dilakukan di gedung bertingkat, penghuni harus menggunakan tangga darurat dan tidak menggunakan lift. Setelah keluar dari gedung, warga diarahkan menuju titik kumpul untuk memastikan seluruh penghuni telah berhasil dievakuasi.
"Kalau terjadi kebakaran pada bangunan tinggi, satu-satunya jalan yang sangat aman adalah tangga darurat," katanya.
Sementara itu, pada permukiman padat, warga diminta segera memberi peringatan kepada lingkungan sekitar ketika mengetahui adanya kebakaran. Pelaporan kepada petugas pemadam kebakaran juga harus dilakukan secepatnya agar bantuan dapat segera tiba di lokasi.
Saefulloh mengatakan akses yang sempit dan kendaraan yang parkir sembarangan menjadi salah satu kendala petugas ketika menangani kebakaran di permukiman padat. Karena itu, warga diminta memastikan akses jalan menuju lokasi kebakaran tetap terbuka bagi mobil pemadam.
Selain penanganan saat kebakaran, Saefulloh menekankan pentingnya latihan dan simulasi secara berkala. Menurutnya, latihan dapat membuat masyarakat lebih tenang dan memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
"Orang bisa karena terbiasa. Kalau kita sering melaksanakan latihan, simulasi pemadaman kebakaran, simulasi evakuasi, kejadian sesungguhnya kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan," tuturnya.
Ia juga mengingatkan warga agar mengenali potensi bahaya sejak dini, termasuk penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai standar. Untuk memperkuat kesiapsiagaan di kawasan padat hunian, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta turut menjalankan program pemasangan hidran mandiri yang dilengkapi sumber air, pompa, dan sistem instalasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....