OPSI Nasional 2026 Ditutup di UMJ, Pelajar Berprestasi Raih Medali dan Penghargaan
- 01 Okt 2026 12:23 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi tuan rumah penutupan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 29 September 2026 itu, menjadi momentum pemberian medali dan penghargaan kepada pelajar berprestasi dari jenjang SMP hingga SMA sederajat.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan OPSI memiliki karakter berbeda dibandingkan ajang kompetisi sains yang umumnya menguji kemampuan peserta dalam mengerjakan soal.
| Baca juga: Myanmar Pastikan Tampil di AMFCI 2027 |
Menurut Irene, peserta OPSI dituntut mampu mengidentifikasi persoalan, memprediksi tantangan yang mungkin muncul, serta merancang solusi melalui proses penelitian.
“Kalau ajang lainnya anak-anak diminta untuk mengerjakan soal. Tapi kita untuk riset ini bukan mengerjakan soal, tapi berpikir menyelesaikan suatu permasalahan,” kata Irene dikutip pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia menambahkan, pelaksanaan final OPSI juga menjadi bagian dari pengembangan talenta melalui Bina Talenta Indonesia. Peserta diarahkan untuk mengembangkan enam kemampuan atau 6C, yakni critical thinking, creativity, collaboration, communication, character, dan citizenship.
“Bahkan berangkat dari hakikat riset, permasalahan yang belum ada pun harus kita mampu prediksi, masalah ke depan apa dan solusinya apa,” ujar Irene.
Sementara itu, Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.S., menyampaikan komitmen kampus untuk memberikan beasiswa kepada peserta OPSI yang meraih prestasi.
Menurut Ma’mun, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam membuka akses pendidikan bagi pelajar berprestasi.
“Indonesia itu minim soal itu saja. Orang pintarnya banyak, tapi yang berkarakter, yang berintegritas itu yang minim,” tutur Ma’mun.
Kesempatan yang sama, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, mengatakan pengembangan talenta penelitian membutuhkan ekosistem yang dapat mendukung peserta secara berkelanjutan.
Hal itu, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu, tetapi juga membutuhkan kolaborasi, jejaring, serta dukungan perguruan tinggi dan dunia industri.
“Karena bagi peneliti, ini bukan masalah kita pintar. Ini juga tentang kolaborasi dan jejaring. Pemerintah ingin memastikan bahwa talenta-talenta OPSI mendapatkan ruang tumbuh yang berkelanjutan melalui apresiasi dan partisipasi dari perguruan tinggi dan dunia industri,” ujar Maila.
Pada OPSI Tingkat Nasional 2026, penghargaan diberikan kepada peserta berprestasi dari jenjang SMP/MTs/sederajat serta SMA/SMK/MA/MAK/sederajat.
Para peserta sebelumnya mengikuti kompetisi melalui berbagai bidang penelitian dan mempresentasikan hasil riset terbaik mereka hingga akhirnya meraih medali maupun penghargaan khusus di tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....