UMJ 2026 Dorong Mahasiswa Baru Perkuat Kepemimpinan dan Hadapi Perkembangan AI
- 22 Sep 2026 00:14 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Universitas Muhammadiyah Jakarta menyelenggarakan PKKMB 2026 sebagai bagian dari upaya pengembangan mahasiswa baru di era digital.
- Program ini berfokus pada penguatan kepemimpinan diri dan persiapan kompetensi menghadapi perkembangan teknologi yang dinamis.
- Kegiatan PKKMB dilaksanakan di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ pada Senin, 21 September 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mendorong mahasiswa baru memperkuat kepemimpinan diri sekaligus mempersiapkan kompetensi menghadapi perkembangan teknologi.
Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMJ 2026 di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, pada Senin, 21 September 2026.
Deputy Director, Public Affairs Territory and Social Impacts Grab Indonesia, Clarina Andreny mengatakan, ada tiga kemampuan yang perlu dipersiapkan generasi muda di tengah perubahan teknologi dan dunia kerja yang berlangsung cepat.
Ketiga kemampuan itu, kata Clarina, mencakup penguasaan bidang, komunikasi, dan kolaborasi.
“Yang pertama adalah content mastery, artinya kita harus benar-benar memahami dan mendalami keahlian atau ilmu yang kita punya. Mungkin yang kedua itu adalah clear communication, dan yang terakhir collaboration,” kata Clarina, dikutip pada Selasa, 22 September 2026.
Ia juga menjelaskan penerapan konsep agile leadership melalui prinsip yang digunakan di lingkungan Grab. Menurutnya, kemampuan memahami persoalan dan berempati menjadi bagian penting sebelum seseorang menentukan langkah penyelesaian.
“Ketika kita punya heart, kita bisa benar-benar memahami ini sebenarnya apa sih permasalahannya. Yang kedua adalah humanity, ketika kita punya humanity kita ingin terus belajar karena era yang sangat cepat,” tuturnya.
Tak hanya itu, Clarina juga turut membahas penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pengambilan keputusan.
“AI dapat membantu mengolah informasi dan mempercepat proses, namun keputusan tetap perlu mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak,” ucapnya.
Sementara itu, Dosen UMJ sekaligus Kepala Kantor Kemitraan dan Reputasi Global (KKRG) UMJ, Miftahul Ulum, menekankan bahwa kepemimpinan dapat dimulai dari mengelola dan memimpin diri sendiri.
Ia menilai, mahasiswa perlu membangun sikap disiplin, evaluasi diri, serta mental kepemimpinan sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi.
“Teman-teman mau setidaknya memimpin diri sendiri dulu. Saat ini di PKKMB ini, di hari pertama tadi, dengan bermentalkan dan bersemangat menjadi seorang pemimpin, coba melakukan bahwa teman-teman mau setidaknya memimpin diri sendiri dulu,” ujar Ulum.
Dia juga mendorong mahasiswa mengembangkan hard skill dan soft skill secara bersamaan selama menjalani perkuliahan. Pengembangan kemampuan tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.
“Tidak untuk diseimbangkan, tetapi untuk dikombinasikan untuk bisa mengoptimalkan peran-peran adik-adik masing-masing, baik di organisasi ataupun itu untuk mencapai prestasi yang terbaik,” ungkapnya.
Selain kepemimpinan dan kompetensi, Ulum menyoroti penggunaan AI dalam proses pembelajaran. Ia mengingatkan mahasiswa agar menempatkan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir dan proses belajar manusia.
Talkshow tersebut menjadi salah satu agenda PKKMB UMJ 2026. Kegiatan diikuti 2.023 mahasiswa baru dari total 4.100 mahasiswa baru UMJ tahun 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....