Hari Jantung Sedunia, Kenali Kebiasaan Menjaga Jantung

  • 29 Sep 2026 17:05 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap 29 September menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan jantung melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga kesehatan jantung tidak selalu harus dimulai dengan perubahan besar.

Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidak merokok, tidur cukup, dan mengelola stres merupakan sejumlah kebiasaan yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut penyakit kardiovaskular sebagai penyebab kematian terbesar di dunia.

Faktor perilaku seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau, dan konsumsi alkohol yang berbahaya menjadi sejumlah faktor risiko yang dapat dicegah. Salah satu kebiasaan yang dapat dilakukan adalah memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

Masyarakat dianjurkan memperbanyak sayur, buah, biji-bijian dan sumber protein sehat, sekaligus membatasi konsumsi garam, gula, lemak jenuh, lemak trans, serta makanan ultra-proses secara berlebihan. Aktivitas fisik juga penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Tidak selalu harus dilakukan melalui olahraga berat, karena berjalan kaki, bersepeda, maupun melakukan pekerjaan rumah secara aktif dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik sehari-hari. Kementerian Kesehatan juga mendorong masyarakat menerapkan perilaku CERDIK, yaitu cek kesehatan secara teratur, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres dengan baik.

Kebiasaan merokok menjadi salah satu hal yang perlu dihindari karena penggunaan tembakau merupakan faktor risiko penting penyakit jantung dan pembuluh darah. Berhenti merokok serta menghindari paparan asap rokok dapat menjadi langkah untuk menurunkan risiko tersebut.

Selain aktivitas fisik dan pola makan, menjaga berat badan serta memantau kondisi kesehatan secara berkala juga penting. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui faktor risiko seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar lemak darah yang dapat berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular.

Pengelolaan stres juga tidak kalah penting. Dalam keseharian, masyarakat dapat mencari cara yang sehat untuk mengelola tekanan, seperti beraktivitas fisik, beristirahat dengan cukup, melakukan kegiatan yang disukai, maupun menjaga hubungan sosial yang baik.

World Heart Federation melalui kampanye Hari Jantung Sedunia 2026 juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak.

Salah satu kampanyenya mengajak masyarakat melakukan aktivitas fisik selama 20 menit setiap hari sepanjang September, termasuk berjalan kaki, bersepeda, menari, maupun berolahraga. Dengan demikian, menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Memilih makanan yang lebih sehat, lebih banyak bergerak, berhenti merokok, cukup beristirahat, dan mengelola stres merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang. Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa kesehatan jantung tidak hanya perlu diperhatikan ketika muncul keluhan.

Membangun kebiasaan sehat sejak sekarang dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga jantung tetap sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....