Memerdekakan Diri dari Mental Block, Langkah Kecil Menjadi Pribadi Berdaya
- 22 Agt 2026 15:19 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Mental block dapat membuat seseorang terjebak dalam rasa takut, keraguan, dan kebiasaan yang menghambat perkembangan diri
- Perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar. Konsistensi melakukan hal-hal sederhana dapat menjadi awal perubahan yang lebih luas.
- Memerdekakan diri berarti berani mengenali hambatan dalam diri, mengambil tindakan, dan terus berproses menjadi versi terbaik diri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kemerdekaan tidak selalu berarti terbebas dari sesuatu yang terlihat. Ada kalanya seseorang justru masih merasa “terkurung” oleh rasa takut, keraguan, kebiasaan menunda, hingga pikiran bahwa dirinya tidak mampu.
Hal inilah yang menjadi pembahasan dalam program Obrolan Komunitas RRI Pro 1 Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026, dengan tema “Mengisi Kemerdekaan dengan Memerdekakan Diri dari Mental Block”. Program tersebut menghadirkan Dr. Nyoman Suwartha, Dosen sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Pusaka Indonesia.
Mental block dapat membuat seseorang berhenti melangkah bahkan sebelum mencoba. Keinginan untuk berkembang sebenarnya ada, tetapi sering kali kalah oleh rasa takut gagal, terlalu banyak pertimbangan, atau kekhawatiran terhadap penilaian orang lain.
Bagi Nyoman, keberanian untuk melakukan perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dalam keterangannya pada program Obrolan Komunitas RRI sebelumnya, ia mengajak masyarakat untuk mengambil peran melalui aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Perubahan besar tidak selalu harus diawali melalui program berskala besar. Walaupun kecil, nanti juga bisa berdampak bagi lingkungan, bagi institusi, bahkan bagi negeri ke depannya,” ujar Nyoman.
Gagasan tersebut menjadi relevan ketika dikaitkan dengan upaya memerdekakan diri dari mental block. Seseorang tidak harus langsung melakukan perubahan besar dalam hidup. Langkah kecil seperti berani mencoba, menyelesaikan sesuatu yang selama ini ditunda, atau mulai keluar dari kebiasaan yang membatasi diri dapat menjadi titik awal.
Nyoman juga melihat proses perubahan sebagai perjalanan untuk terus memperbaiki dan mengembangkan diri. Dalam tulisannya mengenai perjalanan spiritual dan pengembangan diri, ia menekankan pentingnya kesetiaan dalam berproses dan bertumbuh menjadi versi terbaik diri.
“Melaksanakan tugas keseharian dengan kesetiaan untuk mengalir dalam ketulusan paripurna” menjadi salah satu gagasan yang ia tekankan dalam proses tersebut.
Dengan demikian, memerdekakan diri dari mental block bukan berarti seseorang harus menghilangkan seluruh rasa takut. Yang lebih penting adalah mengenali apa yang membuat diri terhambat dan kemudian berani mengambil langkah untuk menghadapinya.
Momentum kemerdekaan pun dapat menjadi kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita benar-benar bebas menentukan langkah? Atau masih ada rasa takut gagal, keraguan, dan penilaian orang lain yang diam-diam membatasi diri?
Bagi Nyoman, perubahan juga tidak cukup hanya dibicarakan. Ia perlu diwujudkan melalui tindakan. Setiap orang memiliki ruang untuk memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing, dan dampaknya akan semakin besar ketika dilakukan bersama secara konsisten.
Pada akhirnya, memerdekakan diri bisa dimulai dari hal sederhana. Berhenti mengatakan “saya tidak bisa”, lalu menggantinya dengan keberanian untuk mencoba. Tidak harus langsung sempurna, karena yang terpenting adalah mulai bergerak.
Kemerdekaan, dengan begitu, bukan hanya tentang bebas dari sesuatu, tetapi juga tentang keberanian untuk menentukan arah hidup, mengenali potensi diri, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih berdaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....