BMKG Ingatkan Pentingnya Cek Informasi Cuaca sebelum Melaut

  • 18 Agt 2026 16:11 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • BMKG Ingatkan Pentingnya Cek Informasi Cuaca sebelum Melaut

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mengecek informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas melaut. Informasi tersebut penting untuk mengantisipasi potensi cuaca buruk, gelombang tinggi, dan angin kencang di perairan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta Utara, Dini Istihanah, mengatakan prakiraan cuaca laut memiliki proses yang cukup kompleks. Menurutnya, prakiraan tidak hanya bergantung pada satu data, tetapi melihat perkembangan sistem atmosfer dan laut.

“Tidak hanya bergantung atau melihat satu data, namun kita melihat bagaimana sistem yang sedang berkembang,” ujar Dini. Ia menjelaskan, data cuaca diolah melalui proses komputerisasi sebelum hasilnya dianalisis oleh prakirawan BMKG.

Dini menegaskan, hasil model numerik tidak dapat langsung dijadikan keputusan mengenai kondisi cuaca yang akan terjadi. Menurutnya, “yang paling utama dan yang paling penting adalah ekspertis atau analisis dari prakirawan tersebut.”

Dalam proses pemantauan, BMKG menggunakan berbagai teknologi, termasuk satelit dan radar cuaca untuk mengetahui perkembangan atmosfer serta awan. Satelit memberikan gambaran atmosfer dengan cakupan luas, sedangkan radar membantu melihat persebaran dan pertumbuhan hujan di wilayah tertentu.

Dini mengatakan, pertumbuhan awan cumulonimbus atau awan konvektif yang cukup besar dapat menjadi indikasi potensi cuaca buruk. “Kita bisa dengan segera memberikan warning atau peringatan dini cuaca kepada masyarakat,” katanya.

Informasi cuaca maritim dan peringatan dini disebarluaskan BMKG melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, WhatsApp Group komunitas nelayan, serta laman BMKG. Informasi tersebut juga disampaikan melalui siaran radio RRI Pro1 Jakarta agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Menurut Dini, nelayan dan pengguna transportasi laut perlu memeriksa kondisi cuaca, arah serta kecepatan angin, tinggi gelombang, dan peringatan dini sebelum berlayar. Mereka juga perlu memperhatikan kondisi perairan yang akan dilalui serta menyesuaikannya dengan kemampuan dan kapasitas kapal.

Dini mengingatkan nelayan untuk mewaspadai awan cumulonimbus yang berkembang tinggi di sekitar perairan karena dapat memicu angin kencang dan gelombang tinggi. Jika sudah berada di tengah laut dan menerima informasi cuaca buruk, nelayan disarankan menghindari area berbahaya dan mencari lokasi aman terdekat.

Ia juga mengimbau masyarakat pesisir memperhatikan pasang surut air laut, banjir rob, angin kencang, serta perkembangan cuaca sebelum beraktivitas. “Masyarakat dan juga nelayan hendaknya untuk terus mengecek dan mengikuti informasi dari prakiraan cuaca BMKG,” kata Dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....