Mengendalikan Nafsu untuk Mencapai Ketenangan Jiwa
- 18 Agt 2026 11:53 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Mengendalikan Nafsu untuk Mencapai Ketenangan Jiwa
RRI.CO.ID,Jakarta- Nafsu merupakan fitrah manusia yang memiliki fungsi penting, bukan sesuatu yang harus dibenci atau dimusnahkan, masalah muncul ketika nafsu menguasai manusia sehingga keinginan mengalahkan akal, iman, serta petunjuk wahyu Allah sepenuhnya.. “Manusia diciptakan Allah dengan jasad, akal ,hati dan nafsu. Nafsu bukan suatu yang sepenuhnya buruk yang merupakan bagian dari potensi manusia yang membuat manusia memiliki keinginan untuk makan keinginan untuk minum untuk menikah, bekerja, miliki harta mempertahankan diri dari persoalan hidup artinya manusia itu pasti punya nafsu “, Demikian dikatakan Ustaz Nur Khayin Muhdlor,Lc,ME dalam Hikmah Pagi Pro4 Senin 17 Agustus 2026
Ustadz Nur Khayin menerangkan Al-Quran menggambarkan tiga keadaan jiwa, yaitu nafsu Amarah, Lawamah, dan Mutmainah sebagai tingkatan spiritual manusia.
“ Ada tiga keadaan nafsu yang secara tegas disebutkan dalam Al-Quran Yang pertama adalah nafsu Al-Amarah yang kedua nafsu Al-Lawamah yang ketiga nafsu Al-Mutma'innah.
Nafsu amarah mendorong keburukan, sedangkan nafsu lawamah menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki kesalahan setelah seseorang menyadari perbuatannya yang keliru. Nafsu mutmainah, menurut ustadz Khayin , merupakan jiwa tenang yang tetap bersandar kepada Allah ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan sehari-hari.
Menjawab pertanyaan pendengar tentang lingkungan yang tidak mendukung kebaikan, Ustaz Nur Khayin menyarankan untuk selalu berzikir, muhasabah, puasa, serta menjaga pergaulan. Narasumber Kajian Hikmah Pagi Ustadz Nur Khayin menegaskan ketenangan jiwa bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan hati tetap mengingat Allah ketika menghadapi persoalan kehidupan.
Menjawab pertanyaan pendengar dari Bekasi mengenai taubat, ia menjelaskan perubahan perilaku dan tidak mengulangi kesalahan menjadi tanda penting kesungguhan seseorang bertaubat. Ia menambahkan, kemarahan merupakan potensi manusia, tetapi orang bertakwa dituntut mampu mengendalikan amarah serta memilih tindakan yang bijaksana.
Sebagai pesan penutup, narasumber Ustadz Khayin mengajak pendengar menjaga sholat, zikir, emosi, muhasabah, taubat, serta lingkungan dan sahabat dalam kehidupan. Ustaz Nur Khayin mengingatkan pendengar agar tidak merasa gagal karena masih memiliki emosi, tetapi terus istiqamah mencari keridaan Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....