Peduli Korban Gempa Flores, Diaspora Flores dari Rantau Galang Bantuan
- 17 Agt 2026 10:47 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah kabar duka akibat gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepedulian masyarakat perantauan asal Flores di wilayah Jabodetabek mulai diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. ‘Tim Aksi Peduli Gempa Flores’ menggelar konsolidasi final untuk mematangkan penggalangan sekaligus penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Kegiatan berlangsung di Posko Penyaluran Bantuan, Kantor Badan Penghubung Pemerintah Provinsi NTT, Jakarta Selatan. Minggu, 16 Agustus 2026.
Ketua Tim Aksi Peduli Gempa Flores, Greg Upi Deo, mengatakan konsolidasi diperlukan agar seluruh proses penghimpunan hingga penyaluran bantuan berjalan transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Hari ini adalah konsolidasi final. Tim membutuhkan dukungan dari seluruh IKB, diaspora, dan organisasi lainnya. Kami tidak mungkin bekerja sendiri,” ujarnya.
Menurut Greg, bantuan yang dihimpun tidak akan langsung disalurkan tanpa melihat kondisi dan kebutuhan warga di lokasi bencana. Tim asesmen akan terlebih dahulu memetakan tingkat urgensi serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Dasar kami memberikan bantuan adalah hasil asesmen tim. Kami tidak serta-merta memberikan bantuan, tetapi akan melihat terlebih dahulu kebutuhan di lapangan,” katanya.
Hasil asesmen selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah melalui Badan Penghubung NTT. Koordinasi tersebut penting untuk memastikan bantuan benar-benar sesuai kebutuhan sekaligus mencegah terjadinya tumpang tindih dengan bantuan dari pihak lain.
Dari hasil konsolidasi, tim mengimbau masyarakat yang ingin berdonasi memprioritaskan bantuan dalam bentuk dana, makanan yang tidak mudah rusak, obat-obatan, serta kebutuhan mendesak bagi anak-anak dan perempuan.
Sementara itu, bantuan berupa pakaian untuk sementara belum menjadi prioritas. Selain kebutuhan yang perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan, biaya pengiriman pakaian ke wilayah terdampak juga dinilai dapat lebih besar dibandingkan manfaat yang diterima masyarakat.
“Untuk kali ini, kami mohon bantuan dalam bentuk uang terlebih dahulu, kemudian kebutuhan pokok seperti makanan yang tidak cepat basi dan obat-obatan,” ujar Greg.
Distribusi Dikawal Relawan
Untuk memastikan bantuan sampai kepada penerima yang membutuhkan, tim akan mengoptimalkan jaringan relawan di wilayah terdampak. Setiap proses distribusi akan memiliki penanggung jawab atau person in charge (PIC).
"PIC bertugas memastikan bantuan diterima masyarakat yang memang membutuhkan sekaligus menjadi bagian dari mekanisme pertanggungjawaban penyaluran," imbuhnya.
Tim juga membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendukung proses distribusi. Salah satunya dengan unsur TNI AU apabila terdapat kebutuhan pengiriman bantuan yang bersifat mendesak.
“Kami mencoba memikirkan sistem distribusi yang bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Jangan sampai biaya yang dikeluarkan untuk menyalurkan bantuan justru terlalu besar,” katanya.
Keterbukaan informasi juga menjadi perhatian. Panitia membentuk tim public relations (PR) yang bertugas menyampaikan perkembangan kondisi masyarakat terdampak serta informasi mengenai penghimpunan dan penyaluran bantuan.
Posko yang disediakan Badan Penghubung Pemerintah Provinsi NTT di Jakarta Selatan menjadi pusat kegiatan tim dalam melakukan koordinasi dan penggalangan bantuan.
Pemerintah Diminta Prioritaskan Kebutuhan Dasar Warga
Di tengah proses konsolidasi masyarakat perantauan, Tim Aksi Peduli Gempa Flores juga mendesak pemerintah segera memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Tenda, selimut, makanan, serta kebutuhan kesehatan dinilai menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di tengah kondisi cuaca dingin.
“Kalau melihat informasi yang kami terima, levelnya harus sudah masuk dalam skala bencana yang serius. Kami berharap pemerintah menjadikan persoalan ini sebagai prioritas. Bila perlu, skalanya dinaikkan menjadi bencana nasional,” katanya.
Ia, pun mengajak masyarakat luas untuk tidak ragu membantu warga terdampak, meski kondisi ekonomi saat ini tidak mudah. Bantuan sekecil apa pun tetap memiliki arti bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar setelah bencana. “Bantuan dalam bentuk apa pun akan berarti bagi masyarakat yang terdampak,” ujarnya. (Irvan).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....