WAZIN Perkuat Kiprah Dakwah dan Pemberdayaan Muslimah melalui Temu Ukhuwah

  • 10 Agt 2026 15:55 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • WAZIN Perkuat Kiprah Dakwah dan Pemberdayaan Muslimah melalui Temu Ukhuwah

RRI.CO.ID, Jakarta — Wihdah Azhariyah Indonesia (WAZIN), organisasi perempuan alumni Al-Azhar Mesir, terus memperkuat kiprahnya dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan temu Ukhuwah di Sekretariat DPP WAZIN, Jalan Mini Tiga Nomor 24A, Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu, 9 Agustus 2026.

Mengusung tema “Bersinergi Menjadi Cahaya Umat" menguatkan Peran Muslimah Berilmu, Berakhlak dan Berdaya untuk Kemaslahatan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan tiga agenda utama, yakni peresmian Sekretariat DPP WAZIN, peluncuran Majelis Ta’lim wa Muzakarah WAZIN atau Mata Wazin, serta Talkshow Financial Keluarga Islami.

Ketua Umum DPP WAZIN, Dr. Hj. Elly Warti Maliki, Lc., M.A., mengatakan, penyelenggaraan tiga agenda dalam satu momentum merupakan bentuk semangat WAZIN untuk terus bergerak, bersinergi, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. “WAZIN sebagai wadah perempuan alumni Al-Azhar memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kontribusi nyata melalui dakwah, pendidikan, penguatan keilmuan, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ketiga agenda tersebut memiliki keterkaitan erat dengan visi WAZIN dalam memberdayakan masyarakat melalui penguatan organisasi, keilmuan, dan ketahanan keluarga.

Sekretariat Jadi Rumah Bersama WAZIN Rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian Sekretariat DPP WAZIN. Sekretariat tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi organisasi, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi keluarga besar WAZIN.

Keberadaan sekretariat diharapkan menjadi pusat berbagai aktivitas dakwah, pendidikan, pengabdian masyarakat, sekaligus penguatan jejaring perempuan alumni Al-Azhar di Indonesia. Sekretariat yang representatif juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi WAZIN dalam mengembangkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mata Wazin, Wadah Penguatan Keilmuan Muslimah

Agenda berikutnya adalah peluncuran Majelis Ta’lim wa Muzakarah WAZIN (Mata Wazin) dengan tagline “Dengan Ilmu Menuju Peradaban.” Mata Wazin dihadirkan sebagai wadah pembelajaran, kajian, dan penguatan kapasitas keilmuan bagi perempuan Muslimah secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Miftahul Khairi, Lc., M.Ag., dilantik sebagai Ketua Majelis Ta’lim wa Muzakarah WAZIN. Melalui Mata Wazin, WAZIN berharap dapat memperkuat tradisi keilmuan, budaya belajar, serta diskusi di kalangan Muslimah. Tagline “Dengan Ilmu Menuju Peradaban” menegaskan bahwa ilmu tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi diharapkan melahirkan amal, kontribusi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Dorong Ketahanan Ekonomi Keluarga Berbasis Syariah

Agenda ketiga berupa Talkshow Financial Keluarga Islami dengan tema “Membangun Ketahanan Ekonomi Keluarga Berbasis Nilai-Nilai Syariah.”

Talkshow tersebut dimoderatori oleh Ustadzah Athia Tsafithri Awal, Lc., M.Ag., dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Ardiansyah Rakhmadi, Lc., M.S.I., dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus anggota Bidang Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI, serta Dr. Hj. Marhamah Saleh, Lc., M.A., dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus anggota Komisi Fatwa MUI. Dalam pemaparannya, Dr. Ardiansyah mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli secara cicilan.

Menurutnya, masyarakat perlu memastikan penyedia produk dan layanan yang digunakan legal, memahami akad dan ketentuan produk, menggunakan pembiayaan sesuai kebutuhan, serta mempertimbangkan risiko dan kemampuan membayar.

Sementara itu, Dr. Marhamah menekankan bahwa persoalan ekonomi keluarga tidak semata-mata berkaitan dengan besarnya pendapatan. Literasi keuangan yang rendah, gaya hidup konsumtif, kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta kurangnya keterbukaan antara suami dan istri juga dapat memengaruhi ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, pengelolaan keuangan keluarga perlu dibangun atas dasar pengetahuan, keterbukaan, tanggung jawab, dan nilai-nilai syariah.

Muslimah, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam membangun budaya pengelolaan keuangan yang sehat. Peran tersebut antara lain diwujudkan dengan menanamkan sikap hidup sederhana, bertanggung jawab, dan memiliki kecakapan finansial kepada generasi berikutnya.

Melalui Temu Ukhuwah tersebut, WAZIN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perempuan alumni Al-Azhar dalam menghadirkan dakwah yang berorientasi pada ilmu, membangun keluarga yang tangguh, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....