Hidup Secukupnya Membawa Damai Ditengah Kelimpahan Hidup

  • 08 Jul 2026 15:44 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Hidup Secukupnya Membawa Damai Ditengah Kelimpahan Hidup

RRI.CO.ID Jakarta – Di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi berbagai kemudahan dan kelimpahan materi, sikap hidup secukupnya menjadi nilai yang penting untuk terus dipelihara. Kesederhanaan tidak berarti kekurangan, melainkan kemampuan seseorang untuk merasa cukup, bersyukur, dan menggunakan setiap berkat secara bijaksana.

Penyuluh Agama Kristen Protestan, Moratua Sinaga, S.Th., mengatakan bahwa hidup secukupnya merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan atas segala anugerah yang telah diberikan. Menurutnya, kelimpahan yang dimiliki hendaknya tidak menjadi alasan untuk hidup berlebihan, melainkan kesempatan untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Ia menjelaskan bahwa keinginan manusia sering kali tidak memiliki batas. Apabila tidak disertai pengendalian diri, seseorang dapat terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang lebih mengutamakan kepuasan materi dibandingkan nilai-nilai spiritual. Karena itu, penting untuk membangun hati yang senantiasa bersyukur dalam setiap keadaan.

Moratua Sinaga menambahkan bahwa hidup sederhana juga mencerminkan sikap rendah hati dan tanggung jawab dalam mengelola setiap berkat yang dipercayakan Tuhan. Berkat bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan kasih melalui kepedulian kepada keluarga, masyarakat, dan mereka yang membutuhkan pertolongan.

Menurutnya, kebahagiaan sejati tidak selalu diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, melainkan dari kedamaian hati, hubungan yang harmonis dengan sesama, serta kedekatan dengan Tuhan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalani kehidupan yang penuh makna dan membawa sukacita.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan rasa syukur sebagai gaya hidup. Dengan membiasakan diri hidup secukupnya, seseorang akan lebih mampu menghargai setiap berkat, menghindari sikap serakah, serta membangun kehidupan yang lebih seimbang antara kebutuhan jasmani dan pertumbuhan rohani.

Melalui pemahaman tersebut, hidup secukupnya di tengah kelimpahan diharapkan tidak hanya menjadi sebuah pilihan, tetapi juga menjadi wujud nyata iman yang diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Dengan hati yang bersyukur dan semangat berbagi, setiap orang dapat menghadirkan damai, menjadi berkat bagi sesama, serta mencerminkan kasih Tuhan dalam kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....