5 Contoh Sikap Ta'awun dalam Kehidupan Sehari-hari Menurut Islam

  • 06 Jul 2026 10:02 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Ta'awun atau sikap saling tolong-menolong dalam kebaikan merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang menjadi pedoman dalam membangun kehidupan sosial. Nilai tersebut diajarkan melalui Al-Qur'an, diperkuat oleh hadis Nabi Muhammad Saw, serta terus relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian, gotong royong, dan saling membantu tanpa membedakan latar belakang.

Penyuluh Agama Islam Linda Lestari mengingatkan bahwa ta'awun tidak sekadar menjadi konsep keagamaan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Prinsip ini mengajarkan umat Islam untuk saling membantu dalam segala bentuk kebaikan serta menjauhi kerja sama yang mengarah pada perbuatan dosa dan permusuhan.

Menurut Linda, sikap ta'awun lahir dari keikhlasan dan semata-mata mengharap rida Allah SWT. Nilai tersebut dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.

"Ta'awun merupakan sikap saling membantu yang dilandasi keikhlasan dan semata-mata mengharap rida Allah Subhanahu Wa Taala," ujar Linda Lestari.

Ia mengatakan bahwa semangat saling membantu akan memperkuat persatuan sekaligus menumbuhkan rasa saling percaya di tengah masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan sosial akan lebih mudah diselesaikan apabila masyarakat memiliki kepedulian terhadap sesama.

1. Membantu Tetangga yang Mengalami Kesulitan

Salah satu contoh ta'awun yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari ialah membantu tetangga ketika mengalami musibah atau kesulitan. Bantuan tersebut dapat berupa tenaga, makanan, dukungan moral, maupun bantuan materi sesuai kemampuan.

Linda mengatakan kebiasaan sederhana seperti membantu tetangga mencerminkan akhlak mulia yang diajarkan Islam. Ia menilai kepedulian tersebut menjadi pondasi lahirnya lingkungan yang harmonis.

"Penerapan nilai ta'awun dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti membantu tetangga yang mengalami kesulitan, berbagi kepada mereka yang membutuhkan, bergotong royong, serta mempererat tali silaturahmi," ucap Linda.

Prinsip tersebut sejalan dengan Surat Al-Maidah ayat kedua yang memerintahkan umat Islam untuk saling membantu dalam kebajikan dan ketakwaan. Ayat itu juga melarang kerja sama dalam perbuatan dosa maupun permusuhan.

2. Berbagi kepada Orang yang Membutuhkan

Ta'awun juga dapat diwujudkan melalui sedekah, infak, atau memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut tidak harus bernilai besar karena Islam menghargai setiap bentuk kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas.

Dalam tafsir yang dimuat oleh NU Online, Imam Nawawi menjelaskan bahwa seorang Muslim tidak sepatutnya menahan diri untuk bersedekah meskipun nilainya kecil. Bahkan, bantuan kepada non-Muslim yang sedang mengalami kesulitan juga diperbolehkan sebagai bentuk kasih sayang kepada sesama manusia.

Pegiat kajian Islam Ustaz Zainuddin Lubis dalam kajian NU Online menjelaskan bahwa Surat Al-Maidah ayat kedua menjadi pedoman bagi seluruh manusia untuk saling membantu dalam kebaikan.

"Tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan," kata Zainuddin Lubis mengutip Surat Al-Maidah ayat kedua.

Ia menjelaskan bahwa seluruh bentuk bantuan yang membawa manfaat, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, termasuk bagian dari ta'awun yang dianjurkan dalam Islam.

3. Bergotong Royong Menjaga Lingkungan

Gotong royong membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, atau membantu pembangunan sarana ibadah juga menjadi bentuk nyata penerapan ta'awun. Aktivitas tersebut mempererat hubungan sosial sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman.

Dalam tafsir NU Online dijelaskan bahwa kerja sama akan membuat pekerjaan menjadi lebih ringan serta manfaatnya dirasakan lebih luas. Semangat tersebut juga memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

"Dengan bekerja sama, suatu pekerjaan menjadi lebih ringan, maslahatnya lebih luas, serta memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat," kata Zainuddin Lubis mengutip penjelasan Ibnu Asyur.

Selain memberikan manfaat secara sosial, gotong royong juga menjadi media untuk mempererat silaturahmi antarmasyarakat. Nilai tersebut telah lama menjadi bagian dari budaya Indonesia yang sejalan dengan ajaran Islam.

4. Menolong Siapa Pun dalam Perbuatan Baik

Islam mengajarkan bahwa kebaikan tidak dibatasi oleh perbedaan suku, agama, maupun status sosial. Selama bantuan tersebut bertujuan menghadirkan kemaslahatan, umat Islam dianjurkan untuk memberikan pertolongan.

NU Online menjelaskan bahwa Imam Nawawi memperbolehkan seorang Muslim membantu non-Muslim, termasuk melalui sedekah ketika mereka mengalami kesulitan. Sikap tersebut mencerminkan nilai kasih sayang, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Linda juga mengingatkan bahwa ta'awun tidak hanya berlaku di lingkungan keluarga, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat tanpa membedakan latar belakang.

"Semangat tolong-menolong mampu memperkuat persatuan dan menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta penuh rasa saling percaya," ujar Linda.


5. Menolak Kerja Sama dalam Perbuatan Buruk

Selain memerintahkan umat Islam saling membantu dalam kebajikan, Islam juga melarang kerja sama dalam kejahatan. Larangan tersebut mencakup korupsi, penyebaran berita bohong, fitnah, hingga tindakan yang memicu permusuhan.

NU Online menjelaskan bahwa dosa merupakan segala bentuk pelanggaran terhadap perintah Allah, sedangkan permusuhan adalah tindakan yang menimbulkan kebencian dan perpecahan. Karena itu, umat Islam diminta bersikap tegas menolak segala bentuk kerja sama yang mengarah pada kezaliman.

Linda berharap masyarakat tidak hanya memahami ta'awun sebagai teori keagamaan. Menurutnya, nilai tersebut harus menjadi budaya yang membentuk pribadi peduli, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....