Hikmah Ibadah Haji: Perjalanan Spiritual Mendekatkan Diri kepada Allah

  • 10 Jun 2026 13:22 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO,ID,Jakarta- Ibadah haji menjadi impian umat Islam karena merupakan rukun Islam kelima yang hanya dapat dilaksanakan oleh yang mampu. Selain kesiapan finansial, jamaah juga memerlukan kesehatan fisik serta keteguhan hati untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah. Demikian yang diungkapkan Narasumber Hikmah Pagi Linda Lestari ,S.Ag,.M.Sos Rabu 10 Juni 2026.

Ustazah Linda menjelaskan bahwa haji merupakan ibadah yang menggabungkan unsur harta, fisik, dan pengabdian batin sepenuhnya. Ketiga unsur tersebut harus berjalan seimbang agar jamaah dapat menunaikan ibadah dengan baik dan penuh kekhusyukan.

“Ibadah haji ada tiga amaliyah yang kita laksanakan pertama adalah ibadah maliyah yaitu ibadah dengan harta, Karena ibadah haji itu mahal, yang kedua, ibadah fisik, Kalau misalnya fisiknya tidak sehat atau tidak kuat, maka tidak bisa melaksanakan semua syarat, rukun, dan wajib hajinya dengan sempurna, Lalu yang ketiga adalah ibadah batiniya, hati kita yang terpaut kepada Allah. ketiga hal inilah yang menuntun kita, yang membuat kita itu bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci.” Ujar Ustadzah Linda yang juga seorang penyuluh Agama Islam.

Menurutnya, setiap jamaah yang berangkat ke Tanah Suci adalah tamu Allah yang memperoleh panggilan istimewa. Kesempatan beribadah di Makkah dan Madinah menjadi momentum memperbanyak salat, zikir, doa, serta membaca Al-Qur'an.

Nah ketika seorang berangkat menunaikan ibadah haji itu, sudah sampai disana itu harus juga mempunyai tujuan. Tujuannya adalah benar-benar ingin berbakti kepada Allah, dan hanya Allah saja yang dituju. dan menggunakan semua kesempatan seoptimal mungkin untuk beribadah.

Suasana Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memberikan pengalaman spiritual mendalam yang sulit dilupakan sepanjang kehidupan. Banyak jamaah merasakan haru mendalam hingga meneteskan air mata ketika memandang Ka'bah dan beribadah khusyuk.

Rangkaian ibadah seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta lontar jumrah mengandung pelajaran berharga .Setiap tahapan mengajarkan kesabaran, keikhlasan, persaudaraan, serta ketundukan penuh kepada perintah Allah SWT yang mulia.

Melalui ibadah haji, umat Islam diharapkan menjadi pribadi yang lebih rendah hati dan semakin bertakwa. Haji mabrur diyakini membawa perubahan positif serta menjadi bekal berharga menuju kehidupan yang diridhai Allah. Bahkan Nabi Muhammad mengatakan, Haji yang mabrur itu gak ada balasannya selain syurga. Kemudian dari semua harta yang kita keluarkan, itu adalah jihad bismillahirrahmanirrahim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....