CT Arsa Foundation, Hadirkan Perubahan Pendidikan di Daerah Terpencil

  • 04 Jun 2026 14:41 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - CT Arsa Foundation melalui program "Pijar Mengajar" terus menghadirkan perubahan nyata bagi pendidikan di daerah terpencil Indonesia. Melalui pengiriman relawan muda, program ini mendampingi sekolah selama lima tahun untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Head of Remote Area CT Arsa Foundation Didi Putri menjelaskan, bahwa Pijar berarti percikan cahaya bagi masyarakat pelosok. Program tersebut mengajak anak muda berkontribusi membangun pendidikan sekaligus menciptakan perubahan sosial di daerah. terpencil.

“Pijar kan artinya percikan cahaya, Kita pengen banget nih CT Arsa Foundation yang memang sudah fokus di bidang pendidikan juga memberikan lilin-lilin itu atau cahaya-cahaya itu sampai ke pelosok negeri gitu Bang Arief, Nah pi nya itu adalah singkatan dari pergi Bang. Jadi kalau di daerah NTT, di daerah Sulawesi gitu kan. Kalau ngomong kan suka disingkat ,jadi kita bikinlah pijar ini jadi pi mengajar yang misi utamanya gerakan akar rumput menciptakan ekosistem pendidikan yang baik”, ujar Didi Putri kepada Arief Pesenter obrolan komunitas di RRI Jakarta pada Kamis 4 juni 2026.

Relawan Pijar berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan tidak harus memiliki jurusan keguruan sebelumnya. Mereka menjalani pelatihan intensif sebelum bertugas mendampingi siswa, guru, serta masyarakat di wilayah sasaran.

Untuk bisa jadi relawan apa syaratnya?tanya presenter Arief Harus guru atau boleh siapapun? “Siapapun Bang, karena memang fokus kita kan memang ngumpulin anak-anak muda yang punya rasa cinta sama Indonesia dan ingin Indonesia berubah dimulai dari pendidikan , jurusan filsafat bisa masuk, broadcast bisa masuk ,tapi persyaratan utamanya adalah pertama dia harus orang Indonesia Kedua harus punya rasa cinta, punya nasionalisme gitu ya.”ujar Didi Putri yang dulu pernah bekerja sebagai jurnalis di TV Nasioanal.

Selain meningkatkan literasi dan numerasi, relawan turut membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal. Salah satunya mengolah kacang mete menjadi produk bernilai jual yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Program ini juga mendorong pembangunan fasilitas pendukung pendidikan seperti listrik, sinyal internet, dan perangkat digital. Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan sekolah melaksanakan asesmen berbasis komputer secara mandiri tanpa kendala besar.

Masyarakat dapat mendukung Pijar Mengajar melalui donasi buku, alat peraga pendidikan, maupun kegiatan sosial lainnya dan menyarankan presenter Arief bisa ikut jadi relawan agar bisa menjadi inspirasi buat anak-anak di daerah-daerah terpencil, “Mungkin anak-anak di daerah-daerah terpencil juga pengen ada yang jadi penyiar radio Bang. Kata Didi menutup obrolan Komunitas hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....