Hari Tasyrik: Momentum Belajar Ikhlas dari Nabi Ibrahim
- 28 Mei 2026 12:58 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Hari Tasyrik menjadi momentum untuk meneladani keikhlasan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
- Nilai kurban tidak hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga belajar mengendalikan ego dan meningkatkan kepedulian sosial.
- Semangat berbagi dan rasa syukur di Hari Tasyrik dinilai penting untuk memperkuat hubungan antarsesama di tengah kehidupan modern.
RRI.CO.ID: Suasana Iduladha tidak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban dan hidangan khas keluarga. Di balik itu, ada nilai keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan yang diwariskan Nabi Ibrahim AS dan masih relevan hingga saat ini.
Nilai-nilai tersebut menjadi pembahasan dalam program “Mutiara Pagi” RRI Pro 1 Jakarta, Kamis 28 Mei 2026, dengan tema “Hari Tasyrik, Madrasah Ikhlas Nabi Ibrahim.” Dialog menghadirkan Yusnelma Eka Afri, Lc., M.Hum., Bidang Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan DPW WAZIN Bengkulu sekaligus Kaprodi Ilmu Al-Qur’an Tafsir UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu.
| Baca juga: Kaum Muda Sebarkan Virus Cinta Lingkungan |
Dalam dialog bersama host Farid Kurniawan, Yusnelma menjelaskan bahwa Hari Tasyrik merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat rasa syukur dan meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim bukan hanya tentang kurban semata, tetapi juga tentang bagaimana manusia belajar melepaskan ego, kepentingan pribadi, dan rasa keterikatan duniawi demi ketaatan kepada Tuhan.
“Keikhlasan Nabi Ibrahim menjadi pelajaran besar bagi kehidupan saat ini, terutama di tengah masyarakat yang sering kali sibuk mengejar urusan dunia,” ujarnya dalam siaran RRI Pro 1 Jakarta.
Ia juga menekankan bahwa Hari Tasyrik dapat menjadi ruang refleksi untuk mempererat kepedulian sosial, berbagi dengan sesama, dan memperkuat hubungan kekeluargaan melalui semangat kurban.
Program ini mengajak masyarakat untuk tidak hanya memaknai Iduladha sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai momentum memperbaiki diri dan membangun keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui siaran yang hangat dan penuh makna tersebut, pendengar diajak memahami bahwa nilai pengorbanan dan ketulusan Nabi Ibrahim tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....