Kerendahan Hati Menjadi Landasan Iman dalam Kehidupan Kristiani
- 13 Jul 2026 20:21 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID Jakarta – Kerendahan hati merupakan salah satu kunci nilai utama dalam kehidupan orang beriman. Sikap ini menjadi fondasi penting untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan sekaligus menciptakan relasi yang harmonis dengan sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh Agama Katolik, Paulus Calvo, menjelaskan bahwa iman yang rendah hati tidak hanya diwujudkan melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang mencerminkan kasih, kepedulian, dan kesediaan melayani tanpa mengharapkan pujian maupun penghargaan.
Menurutnya, kerendahan hati mengajarkan setiap orang untuk menyadari bahwa segala kemampuan, keberhasilan, dan berkat yang dimiliki merupakan anugerah Tuhan. Dengan demikian, manusia diajak untuk tidak bersikap sombong, melainkan tetap rendah hati serta menghargai setiap orang tanpa membedakan latar belakang.
Ia menambahkan bahwa sikap rendah hati juga menjadi jalan bagi seseorang untuk terus belajar, menerima kritik, serta membuka diri terhadap nasihat demi pertumbuhan iman yang semakin dewasa. Nilai tersebut penting diterapkan dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut dijelaskan, Yesus Kristus menjadi teladan utama dalam menunjukkan kerendahan hati melalui kehidupan-Nya yang penuh kasih, pengorbanan, dan pelayanan kepada sesama. Keteladanan itu mengajak umat untuk menjadikan pelayanan sebagai bentuk nyata dari iman yang hidup.
Paulus Calvo juga mengajak umat Katolik agar senantiasa memupuk sikap rendah hati di tengah berbagai tantangan kehidupan modern yang kerap mendorong seseorang mengejar pengakuan dan kepentingan pribadi. Kerendahan hati justru menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan, saling menghormati, dan menghadirkan damai di tengah masyarakat.
Melalui pemahaman mengenai iman yang rendah hati, diharapkan setiap orang semakin terdorong untuk menghidupi nilai-nilai kasih, kesederhanaan, dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga iman tidak berhenti sebagai keyakinan, tetapi menjadi kesaksian nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....