Iduladha dan Tradisi Berbagi yang Tak Pernah Kehilangan Makna

  • 25 Mei 2026 16:21 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Iduladha selalu menghadirkan suasana yang berbeda di tengah masyarakat. Selain menjadi hari besar keagamaan, Iduladha juga membawa kehangatan yang terasa begitu dekat dengan kehidupan warga sehari-hari. Di balik prosesi ibadah kurban, ada tradisi yang terus hidup dan selalu dinanti setiap tahunnya, yakni pembagian daging kurban.

Tradisi ini mungkin terlihat sederhana. Warga datang membawa kupon, lalu pulang dengan beberapa kantong daging di tangan. Namun bagi banyak orang, momen tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar menerima bahan makanan. Ada rasa senang, rasa diperhatikan, sekaligus rasa syukur yang hadir bersamaan.

Bagi sebagian keluarga, daging bukanlah makanan yang bisa dinikmati setiap waktu. Karena itu, Iduladha menjadi salah satu kesempatan istimewa untuk memasak hidangan favorit bersama keluarga di rumah. Tidak sedikit orang tua yang sudah membayangkan menu yang akan dimasak bahkan sebelum daging diterima. Mulai dari sate, semur, rendang, hingga gulai, semuanya terasa lebih spesial karena disantap bersama di hari raya.

Di berbagai lingkungan, suasana pembagian daging kurban juga menghadirkan pemandangan hangat yang jarang ditemui pada hari biasa. Warga saling menyapa, anak-anak berlarian di sekitar masjid, sementara panitia sibuk membungkus daging dan memastikan pembagian berjalan tertib. Ada kebersamaan yang tumbuh dari proses sederhana itu.

Semangat gotong royong pun masih terasa kuat. Banyak warga dengan sukarela membantu proses penyembelihan, pemotongan, hingga distribusi daging kurban. Ada yang membantu membagikan kupon, menimbang daging, membungkus, hingga mengantarkan langsung kepada warga yang membutuhkan. Semua dilakukan bersama-sama tanpa memandang latar belakang.

Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin individual, momen Iduladha seolah menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial masih hidup di lingkungan masyarakat. Tradisi berbagi daging kurban menjadi cara sederhana untuk saling menguatkan dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

Bagi sebagian orang, kebahagiaan Iduladha mungkin hadir saat bisa berkurban. Namun bagi sebagian lainnya, kebahagiaan itu datang ketika mereka menerima dan merasakan bahwa masih ada yang peduli. Sebab di balik satu kantong daging kurban, ada perhatian, ada kebersamaan, dan ada harapan kecil yang ikut dibagikan.

Karena itu, tradisi pembagian daging kurban bukan hanya sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi bagian dari wajah Iduladha yang penuh kehangatan, tempat kebahagiaan dibagi secara sederhana, tetapi mampu meninggalkan kesan mendalam bagi banyak warga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....