Teknisi Pesawat Diperingati Dunia Setiap 24 Mei, Ini Alasannya
- 24 Mei 2026 11:13 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Setiap 24 Mei, dunia penerbangan memperingati sosok yang jarang disebut dalam sejarah kepahlawanan terbang: Charles Edward Taylor, mekanik ulung di balik mesin pesawat pertama Wright bersaudara. Di tengah gemerlap nama pilot dan maskapai penerbangan, teknisi perawatan pesawat di seluruh dunia bekerja di belakang layar untuk memastikan keselamatan penerbangan, dengan tanggung jawab inspeksi rutin, perbaikan, dan pemeliharaan sistem pesawat.
Menurut National Today, Resolusi Kongres AS tahun 2008 secara resmi menetapkan 24 Mei sebagai National Aviation Maintenance Technician Day, meskipun tidak ada hari libur karena keselamatan udara tak kenal jeda.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Charles Edward Taylor, lahir pada 24 Mei 1868, adalah pria yang membangun mesin 12 tenaga kuda untuk pesawat Flyer milik Wilbur dan Orville Wright di tahun 1903.
Wilbur dan Orville Wright, dikutip dari laman The Smithsonian National Air and Space Museum adalah dua bersaudara penemu asal Amerika Serikat yang berhasil menerbangkan pesawat bermesin pertama kali dalam sejarah pada 17 Desember 1903 di Kitty Hawk, North Carolina. Mereka bukanlah lulusan perguruan tinggi atau insinyur pesawat, melainkan pengusaha toko sepeda yang secara otodidak mempelajari prinsip aerodinamika.
Singkat cerita, dengan sumber daya terbatas, Taylor merancang dan menyelesaikan mesin tersebut hanya dalam beberapa minggu—sebuah keajaiban teknik mekanik pada zamannya.
“Taylor adalah bapak perawatan penerbangan modern. Tanpa dia, penerbangan bermesin mungkin baru terjadi bertahun-tahun kemudian,” kata asosiasi industri perawatan pesawat AS, ARSA, yang kami akses pada Minggu, 24 Mei 2026. Ditulis juga, Taylor tidak berhenti di mesin; ia juga berperan sebagai pemecah masalah teknis di masa-masa awal pengembangan aviasi.
Kini, lebih dari satu abad setelah penerbangan pertama, peran teknisi perawatan pesawat justru semakin krusial. Data dari National Day Today menyebutkan setiap pesawat komersial harus menjalani inspeksi berkala, perbaikan sistem, dan pengujian kinerja sebelum diizinkan terbang. Tanggung jawab mereka mencakup mesin, sistem kelistrikan, hidraulik, hingga roda pendaratan.
“Teknisi perawatan adalah garda terdepan keselamatan penerbangan. Mereka bekerja di bawah tekanan waktu dan standar akurasi yang sangat tinggi,” ucap juru bicara ARSA dalam pernyataan menyambut AMT Day 2026 yang jatuh pada Minggu, 24 Mei 2026. Resolusi Kongres AS pada 2008 secara resmi mengakui 24 Mei sebagai Hari Teknisi Perawatan Penerbangan Nasional, meskipun ARSA menegaskan “tidak ada hari libur dari keselamatan udara.”
Kualifikasi menjadi teknisi perawatan tidaklah mudah. Sebagian besar harus menyelesaikan pelatihan khusus bersertifikasi dari otoritas penerbangan, seperti FAA di Amerika Serikat. Mereka dituntut menguasai mekanik, elektronik, sistem diagnostik digital, serta peraturan keselamatan yang terus berubah seiring evolusi teknologi pesawat.
Tantangan pekerjaan ini sangat berat: jadwal tidak menentu, bekerja di malam hari, akhir pekan, bahkan hari libur nasional. Namun, komunitas penerbangan global tetap merayakan 24 Mei dengan berbagai cara. Sebagai contoh, perusahaan Fairhope Aerospace di Alabama, AS, menggelar acara “Crawfish with Charlie”—makan rebusan udang karang sambil memberikan presentasi tentang warisan Taylor dan memberikan kredit belanja alat serta model logam pesawat Wright Flyer kepada para teknisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....