Waisak Membangkitkan Jiwa Baru dalam Mimbar Agama Buddha

  • 14 Mei 2026 08:40 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID Jakarta - Program Mimbar Agama Buddha yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Jakarta pada Rabu malam, 13 Mei 2026, menghadirkan refleksi mendalam mengenai makna perayaan Waisak. Melalui frekuensi 91,2 MHz, acara yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB ini mengajak para pendengar untuk menyelami kembali esensi spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari yang sering kali terjebak dalam hiruk-pikuk keduniawian.

Dengan mengangkat tema utama "Waisak Membangkitkan Jiwa Yang Baru", diskusi ini dipandu oleh narasumber kompeten, Budhis Era, yang merupakan seorang Penyuluh Agama Buddha. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam memberikan pemahaman komprehensif mengenai bagaimana momentum suci Waisak dapat menjadi titik balik bagi setiap individu untuk melakukan transformasi diri menuju kualitas hidup yang jauh lebih baik.

Budhis Era menjelaskan bahwa peringatan Waisak bukan sekadar seremoni rutin tahunan yang dirayakan dengan kemegahan simbolis belaka. Sebaliknya, ia menekankan bahwa Waisak adalah panggilan untuk membersihkan batin dari segala bentuk kekotoran pikiran, ucapan, dan perbuatan, sehingga setiap umat Buddha mampu melahirkan kembali semangat pengabdian serta cinta kasih yang tulus tanpa membeda-bedakan satu sama lain.

Dalam paparannya, ditekankan bahwa jiwa yang baru berarti jiwa yang telah berhasil melepaskan belenggu egoisme dan keserakahan yang sering kali menghambat kemajuan spiritual seseorang. Proses pembangkitan jiwa ini memerlukan kesadaran penuh atau mindfulness dalam setiap tindakan, sehingga nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Sang Buddha dapat terinternalisasi secara nyata dalam interaksi sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Lebih lanjut, narasumber mengajak pendengar untuk merefleksikan tiga peristiwa penting dalam Waisak sebagai inspirasi untuk terus bergerak maju dalam kebajikan. Melalui pemahaman yang mendalam terhadap kelahiran, pencerahan, dan parinibbana Sang Buddha, diharapkan umat memiliki kekuatan mental yang tangguh untuk menghadapi berbagai tantangan zaman dengan ketenangan batin yang stabil dan penuh dengan kebijaksanaan universal.

Interaksi selama siaran menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang menyimak melalui platform digital maupun radio terestrial. Pesan kedamaian yang disampaikan melalui Mimbar Agama Buddha ini diharapkan dapat menjadi oase di tengah dinamika kota besar, sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama melalui pemahaman nilai-nilai spiritualitas yang inklusif bagi seluruh lapisan bangsa.

Sebagai penutup siaran, Budhis Era memberikan pesan reflektif agar momentum Waisak tahun ini benar-benar dijadikan tonggak awal perubahan karakter yang lebih positif. Dengan membangkitkan jiwa yang baru, setiap individu diharapkan mampu menjadi pancaran cahaya bagi lingkungannya, menebarkan benih-benih kedamaian, serta berkontribusi nyata dalam menciptakan keharmonisan hidup bersama dalam bingkai moderasi beragama yang kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....