Kemuliaan Tangan Perempuan Bekerja dalam Perspektif Islam Modern
- 14 Mei 2026 08:25 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID Jakarta - Siaran mutiara pagi di Programa-1 FM 91,2 MHz pada Kamis, 14 Mei 2026, menghadirkan nuansa spiritual yang mencerahkan bagi pendengar setia. Mengangkat tema "Kemuliaan Tangan Perempuan Bekerja", diskusi ini mengupas tuntas bagaimana dedikasi seorang wanita dalam mencari nafkah maupun mengabdi pada profesi dipandang sebagai bentuk ibadah yang sangat tinggi dalam ajaran agama Islam.
Narasumber utama kali ini adalah Hj. Nor Fadillah, Lc., M.H., yang dikenal sebagai sosok akademisi sekaligus praktisi komunikasi di Kalimantan Selatan. Selain aktif sebagai Dosen di UIN Antasari Banjarmasin dan STAI Alfalah Banjarbaru, beliau juga mengemban amanah sebagai Koordinator Bidang Media dan Publikasi DPW WAZIN Kalimantan Selatan, sehingga perspektif yang diberikan sangat kaya akan wawasan teologis dan realitas sosial.
Dalam paparannya, Hj. Nor Fadillah menekankan bahwa Islam tidak pernah melarang perempuan untuk berkarya dan berdaya di ruang publik selama prinsip syariat tetap terjaga. Beliau menjelaskan bahwa tangan perempuan yang bekerja dengan ikhlas, baik untuk membantu ekonomi keluarga maupun memberikan manfaat bagi masyarakat, adalah tangan yang dicintai oleh Allah SWT dan Rasul-Nya karena kemandiriannya.
Lebih lanjut, beliau membedah fenomena perempuan bekerja bukan sekadar tentang mengejar materi, melainkan tentang aktualisasi diri dan penyebaran manfaat. Sebagai seorang dosen dan penggerak organisasi, beliau menyaksikan sendiri bagaimana kontribusi perempuan di berbagai lini sektor mampu membawa perubahan positif dan efisiensi yang signifikan dalam pembangunan peradaban, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Hj. Nor Fadillah juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran profesional di luar rumah dengan peran krusial di dalam rumah tangga. Baginya, kemuliaan tersebut akan semakin sempurna apabila seorang perempuan mampu menata niat bahwa setiap peluh yang menetes dalam pekerjaannya merupakan bagian dari perjuangan atau jihad di jalan Allah untuk kemaslahatan umat.
Diskusi yang berlangsung selama satu jam dari pukul 05.00 hingga 06.00 WIB ini mendapat respons antusias dari para pendengar yang bergabung melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. Banyak pendengar merasa terinspirasi untuk mengubah pola pikir bahwa bekerja bagi perempuan bukanlah beban, melainkan sebuah peluang emas untuk menabung pahala melalui dedikasi dan profesionalisme.
Menutup sesi mutiara pagi tersebut, Hj. Nor Fadillah memberikan pesan kuat bagi seluruh perempuan untuk terus belajar dan mengasah kompetensi di bidang masing-masing. Beliau berharap agar setiap perempuan merasa bangga dengan peran yang dijalani, karena di tangan perempuan yang cerdas dan pekerja keras, masa depan generasi masa depan bangsa akan terbentuk dengan lebih kokoh dan bermartabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....