Men Djenggo Tinggalkan Warisan Besar Kuliner Indonesia

  • 10 Mei 2026 16:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dunia kuliner Indonesia berduka atas wafatnya pelopor Nasi Djenggo, Ni Ketut Ngasti atau yang akrab dikenal sebagai Men Djenggo. Sosok yang tutup usia pada Sabtu, 9 Mei 2026 itu dikenang sebagai perempuan sederhana yang melahirkan salah satu ikon kuliner khas Bali.

Pada era 1970-an, Men Djenggo mulai meracik nasi bungkus dengan lauk sederhana bercita rasa lezat untuk para pekerja dan masyarakat sekitar Pelabuhan Benoa, Pesanggaran, Denpasar, Bali. Hidangan tersebut kemudian dikenal luas dengan sebutan Nasi Men Djenggo yang lambat laun populer sebagai Nasi Djenggo.

Nama Djenggo sendiri berasal dari putra kecilnya, Henry Alexie Bloem, yang kerap dipanggil Djenggo oleh keluarga dan tetangga. Julukan itu terinspirasi dari kegemaran sang ayah, Buddy Alexie Bloem, terhadap film koboi “Django” yang dibintangi Franco Nero pada tahun 1966.

“Karena kesukaannya pada karakter Django, sang ayah selalu meninabobokan Henry kecil dengan lagu ‘Djenggo jago tembak’,” demikian isi kisah keluarga yang dikenang hingga kini. Sejak saat itu, masyarakat sekitar turut memanggil Henry dengan nama Djenggo dan melekat sampai dewasa.

Kepergian Men Djenggo di usia 90 tahun meninggalkan dua warisan besar bagi dunia kuliner Indonesia, yakni lahirnya Nasi Djenggo dan sosok Chef Henry Alexie Bloem. Chef Bloem dikenal sebagai tokoh kuliner nasional yang pernah dua kali memimpin Indonesian Chef Association (ICA) serta aktif memperkenalkan masakan Indonesia di Belanda.

“Kontribusinya dalam melestarikan dan menduniakan kuliner Indonesia tidak pernah berhenti sampai dengan saat ini,” tulis keluarga dalam keterangan resminya. Men Djenggo pun dikenang sebagai perempuan tangguh yang berhasil menghadirkan cita rasa sederhana menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Nusantara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....