Hikmah Pagi di RRI, Literasi Islam Membangun Peradaban Umat

  • 06 Mei 2026 13:45 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Hikmah Pagi di Pro4 RRI Jakarta pada Rabu 6 Mei 2026 menyoroti tentang Gerakan literasi Islam sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban umat yang maju dan berdaya saing global.

Program siaran dialog yang menghadirkan Narasumber Muhammad Iqbal Akmaludin, S.Hum seoarang Penyuluh Agama Islam dalam ceramahnya di acara tersebut mengatakan, pemahaman kemampuan membaca dan menulis menjadi akar penting dalam penguatan dakwah Islam masa kini.

Dalam sejarah, Nabi Muhammad menerima wahyu pertama berupa perintah membaca yang dikenal dengan kata” Iqra yang artinya Bacalah” sebagai awal perubahan. Perintah tersebut menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan kunci memahami wahyu dan realitas kehidupan manusia .

Pada masa awal Islam, kemampuan membaca dan menulis masih terbatas, bahkan dianggap sebagai keterampilan mewah oleh masyarakat Arab, “Saking mewahnya yang bisa membaca dan menulis a[alagi dalm bentuk Syair mereka mendapatkan strata sosial yang tinggi”, ujar Ustadz Iqbal

Namun Rasulullah mendorong sahabat untuk belajar membaca dan menulis , Al Qur’an khususnya , lahirlah penulis generasi baru seperti Zaid bin Thabit dan Ali bin Abi Thalib,Ubay bin Kaab, Abdullah bin Abisarah. Perkembangan literasi pesat pada masa Dinasti Umayyah saat kepemimpinan Abdul Malik bin Marwan yang mewajibkan administrasi berbasis tulisan. Kebijakan tersebut menjadikan menulis sebagai kebutuhan sehari hari sehingga masyarakat terbiasa mencatat transaksi hukum dan aktivitas sosial lainnya.

Lebih lanjut dalam Hikmah Pagi Pro 4 RRI Jakarta dikatakan oleh ustadz Aqil Bahwa Puncak kejayaan literasi Islam yang dikenal dengan The Golden Age of Islam terjadi pada masa Dinasti Abbasiyah ketika ilmu pengetahuan berkembang pesat di bidang kehidupan manusia.

Kota Baghdad menjadi pusat peradaban dunia dengan lahirnya karya besar dalam bidang fikih hadis sains dan kedokteran modern.

Memasuki era modern, literasi Islam dituntut tidak hanya membaca dan menulis tetapi mampu menghasilkan karya inovatif berbasis teknologi.

Ustad Iqbal mengingatkan dan mengajak umat agar tidak sekadar menjadi konsumen produk global melainkan membangun peradaban melalui semangat literasi yang kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....