Berhati-hati Bertindak Wujud Iman Kristiani Sejati

  • 28 Apr 2026 17:28 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID Jakarta — Kehidupan sehari-hari menuntut setiap individu untuk selalu berhati-hati dalam bertindak, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Sikap ini menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan beriman agar setiap keputusan yang diambil tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam program Mimbar Agama Protestan RRI Pro 1 Jakarta, Selasa, 28 April 2026, Penyuluh Agama Kristen Protestan Jakarta, Anna Rumelia Silitongan, S.Th., menekankan bahwa kehati-hatian merupakan bentuk kedewasaan iman yang harus dimiliki setiap umat Kristiani.

Menurut Anna, tindakan yang dilakukan tanpa pertimbangan sering kali menimbulkan penyesalan dan berdampak buruk dalam hubungan sosial maupun spiritual. Oleh sebab itu, setiap orang perlu bijaksana dalam mengambil keputusan serta mempertimbangkan nilai-nilai kebenaran berdasarkan ajaran Tuhan.

Ia menjelaskan, berhati-hati dalam bertindak juga berarti mampu mengendalikan emosi, menjaga perkataan, serta menjunjung kasih dalam setiap interaksi. Dengan demikian, kehidupan dapat berjalan lebih damai, harmonis, dan penuh tanggung jawab.

Anna menambahkan bahwa iman tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari yang mencerminkan kasih, kesabaran, dan kebijaksanaan. Sikap waspada dan penuh pertimbangan menjadi cerminan nyata dari iman yang hidup.

Melalui tema “Berhati-hati Dalam Bertindak,” masyarakat diajak untuk lebih reflektif dalam menjalani kehidupan modern yang penuh tantangan. Kehati-hatian menjadi landasan penting untuk menjaga integritas pribadi dan memperkuat hubungan dengan sesama.

Program ini diharapkan mampu memberikan penguatan rohani kepada pendengar agar senantiasa bertindak bijaksana, menjadikan nilai-nilai Kristiani sebagai pedoman utama dalam setiap langkah kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....