Kunci Rumah Tangga Sehat Islami
- 19 Apr 2026 20:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Rumah tangga yang sehat bukan hanya diukur dari materi, tetapi dari keberkahan, ketenangan, dan ketaatan kepada Allah. Islam telah memberikan panduan yang sempurna dalam membangun keluarga yang harmonis. Kunci utamanya terletak pada kepemimpinan yang adil, akhlak yang mulia, serta komitmen menjalankan syariat dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, memperlakukan istri dengan baik adalah fondasi utama. Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Sebbaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang terbaik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi, shahih).
Para ulama salaf menegaskan bahwa حسن العشرة (bergaul dengan baik) adalah kewajiban suami, bukan sekadar anjuran.
Kedua, memberi nafkah dari rezeki yang halal menjadi sebab turunnya keberkahan. Allah berfirman:
وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang patut.” (QS. Al-Baqarah: 233).
Jumhur ulama sepakat bahwa nafkah yang halal akan menjaga keluarga dari kerusakan hati dan doa yang tertolak.
Ketiga, menjaga shalat berjamaah dan membimbing keluarga dalam ibadah adalah tanda kepemimpinan yang benar. Allah berfirman:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
“Perintahkanlah keluargamu untuk shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha: 132).
Menurut para ulama salaf, ayat ini menunjukkan kewajiban tarbiyah (pendidikan iman) dalam keluarga.
Keempat, mengendalikan emosi adalah kunci keharmonisan. Rasulullah ﷺ berpesan:
لَا تَغْضَبْ
“Jangan marah.” (HR. Bukhari).
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa maksudnya adalah menahan sebab-sebab marah dan mengendalikan dampaknya, karena kemarahan sering menjadi pintu kerusakan rumah tangga.
Kelima, menyadari tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga. Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jumhur ulama menegaskan bahwa kepemimpinan dalam keluarga mencakup urusan agama, akhlak, dan kesejahteraan.
Dengan menjalankan prinsip-prinsip ini, rumah tangga tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ladang ibadah yang mengantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Keluarga yang dibangun di atas iman dan sunnah akan dipenuhi sakinah, mawaddah, dan rahmah, sebagaimana tujuan agung dalam Islam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....