Dukung MBG, BBPOM Jakarta Perkuat Praktik Keamanan Pangan Kader Sekolah-Posyandu
- 30 Jul 2026 09:01 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Sebanyak 24 kader sekolah dan posyandu di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, mengikuti program pelatihan keamanan pangan pada Rabu, 29 Juli 2026.
- BBPOM Jakarta menyelenggarakan Training of Trainer untuk membekali peserta dengan pengetahuan mengenai praktik keamanan pangan yang baik.
- Program pelatihan ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui edukasi kepada penerima manfaat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 24 kader sekolah dan kader posyandu di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, mengikuti Training of Trainer (TOT) Keamanan Pangan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu 29 Juli 2026.
Pelatihan yang diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta itu bertujuan membekali peserta agar dapat mengedukasi penerima manfaat mengenai praktik keamanan pangan.
Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM Jakarta, Evi Citraprianti, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan menyamakan pemahaman para kader mengenai keamanan pangan dan penerapannya dalam Program MBG.
Menurutnya, kader diharapkan mampu menjadi penggerak penerapan budaya keamanan pangan di lingkungan sekolah maupun posyandu.
"Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan siswa sekolah. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada terpenuhinya kebutuhan gizi, tetapi juga pada terjaminnya keamanan pangan yang dikonsumsi," kata Evi saat dihubungi, Kamis 30 Juli 2026.
Pelatihan yang digelar di Kantor Kecamatan Duren Sawit itu dibuka oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Duren Sawit dan diikuti kader sekolah serta kader posyandu dari Kelurahan Pondok Kelapa.
Para peserta dipersiapkan untuk mendampingi penerima manfaat MBG dalam menerapkan praktik keamanan pangan di sekolah dan posyandu.
"Pelatihan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat kapasitas kader agar mampu mengedukasi penerima manfaat MBG mengenai pentingnya praktik keamanan pangan yang baik. Kader memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menyebarluaskan informasi sekaligus membangun budaya keamanan pangan di lingkungan sekolah dan posyandu," ujar Evi.
BBPOM Jakarta berharap kader sekolah dapat membiasakan penerapan praktik keamanan pangan kepada para siswa, sedangkan kader posyandu berperan memberdayakan kelompok rentan melalui pendekatan berbasis komunitas.
Melalui edukasi tersebut, budaya keamanan pangan diharapkan semakin kuat sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas gizi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....