Praktisi Tekankan Penguatan Keamanan Pangan dalam Program MBG

  • 06 Apr 2026 19:02 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG perlu terus diperkuat untuk memastikan kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga. Upaya ini mencakup pengawasan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Praktisi kesehatan masyarakat, Ngabila Salama mengatakan, setiap indikasi gangguan pencernaan perlu menjadi perhatian sebagai bagian dari kewaspadaan dini. “Keracunan makanan perlu dicermati secara serius, karena jika ada dua orang saja mengalami gejala pencernaan, itu sudah disebut keracunan makanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, potensi gangguan keamanan pangan dapat disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur, maupun faktor kimia. Menurutnya, dampak yang ditimbulkan bisa bersifat akut maupun berlangsung lebih lama tergantung penyebabnya.

Untuk itu, penerapan standar higiene dan sanitasi menjadi hal yang penting dalam setiap proses pengolahan makanan. Pengawasan perlu dilakukan mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, proses memasak, hingga penyajian.

Selain itu, diperlukan monitoring dan evaluasi secara berkala serta kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kualitas pangan. Dengan langkah tersebut, diharapkan keamanan pangan dapat terus terjaga dan masyarakat terlindungi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....