Muara Angke Kini Jadi Pusat Belanja Ikan Internasional

  • 22 Jul 2026 18:45 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, Jakarta - Pelabuhan Perikanan Muara Angke terus memperkuat perannya sebagai pusat belanja ikan sekaligus pemasok hasil perikanan ke pasar internasional. Keberadaan pelabuhan ini juga menjadi penopang ketahanan pangan serta penggerak ekonomi masyarakat di pesisir Jakarta.

Kepala Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Dinas KPKP DKI Jakarta, Mahad, mengatakan pelabuhan tersebut telah dikembangkan sejak 1977 dengan tujuan menjadi pusat kegiatan perikanan. Fungsi itu mencakup aktivitas penangkapan, pemasaran, hingga budidaya yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan sektor perikanan.

Menurut Mahad, Muara Angke kini menjadi pusat distribusi ikan bagi wilayah Jabodetabek sekaligus melayani pasar ekspor berbagai negara. Ia menyebut hasil perikanan dari pelabuhan tersebut dikirim ke Singapura, Hong Kong, China, Thailand, hingga sejumlah negara di kawasan Eropa.

"Muara Angke sebagai pusat tempat belanja ikan ke Jabodetabek, termasuk pasar-pasar di Asia, bahkan sampai Uni Eropa," ujar Mahad saat wawancara bersama Pro 1 Jakarta, Rabu (22 Juli 2026).

Ia menjelaskan ikan yang dipasarkan tidak hanya berasal dari Muara Angke, tetapi juga didatangkan dari berbagai daerah di Pantai Utara Pulau Jawa. Beragam komoditas dipasarkan setiap hari, mulai dari cumi-cumi, tongkol, cakalang, bawal, hingga ikan air tawar seperti nila, gurami, dan lele.

"Aktivitas perdagangan berlangsung hampir selama 24 jam, sementara pasar grosir beroperasi mulai pukul 17.00 hingga 05.00 WIB," jelasnya.

Mahad mengungkapkan sekitar 70 persen hasil tangkapan yang didaratkan di Muara Angke ditujukan untuk pasar ekspor. Sementara hasil tangkapan dari daerah lain yang memenuhi standar mutu, ukuran, dan jenis ikan juga berpeluang menembus pasar internasional.

Untuk menjaga kualitas produk, pelaku usaha diwajibkan memenuhi berbagai persyaratan, termasuk standar mutu dan sertifikasi pengolahan hasil perikanan. "Persyaratan pertama mutu, kemudian jenis ikannya yang diminta masyarakat negara tujuan," kata Mahat mengenai syarat utama memasuki pasar ekspor.

Selain menjadi pusat perdagangan ikan, Muara Angke juga berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Mahat memperkirakan aktivitas pelabuhan, perdagangan, pengolahan, hingga usaha pendukung mampu menyerap sekitar 50 ribu tenaga kerja.

Pengelola pelabuhan juga terus meningkatkan pelayanan melalui digitalisasi pelaporan hasil tangkapan, penerapan transaksi non-tunai, serta pengawasan keamanan pangan. Di sisi lain, pelabuhan terus mendorong praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan dengan penggunaan alat tangkap selektif sesuai ketentuan pemerintah.

Mahad berharap seluruh pemangku kepentingan terus bersinergi agar Muara Angke semakin berkembang sebagai pusat pemasaran ikan bertaraf dunia. "Kami tetap mempertahankan mutu melalui pengawasan kami, sehingga masyarakat tidak perlu ragu membeli ikan di Muara Angke," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....