RRI Angkat Kebaya sebagai Simbol Moderasi Beragama dan Persatuan Bangsa

  • 15 Jul 2026 10:34 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kebaya menjadi simbol budaya yang memperkuat moderasi beragama dan persatuan dalam keberagaman Indonesia.
  • Program ini mendukung implementasi Asta Cita melalui penguatan toleransi, pelestarian budaya, dan karakter kebangsaan
  • Beranda Astacita RRI menghadirkan dialog tentang peran budaya dalam menjaga harmoni sosial di era modern.

RRI.CO.ID, Jakarta: Sehelai kebaya mungkin hanya tampak sebagai busana tradisional. Namun di balik setiap lipatan kainnya, tersimpan kisah panjang tentang keberagaman, penghormatan, dan persatuan bangsa. Kebaya telah melintasi zaman, dikenakan oleh perempuan dari berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya. Nilai inilah yang menjadikan kebaya bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga simbol hidup moderasi beragama di Indonesia.

Semangat tersebut akan diangkat dalam program Beranda Astacita "Moderasi Beragama" yang disiarkan RRI Pro 1 Jakarta pada Selasa, 14 Juli 2026, pukul 10.15–11.00 WIB, dengan tema "Kebaya, Identitas Budaya yang Menjaga Moderasi Beragama dalam Bingkai Kebhinekaan."

Menghadirkan Nisa Alwis dan Lia Nathalia, pendiri sekaligus koordinator Serumpun Bakung, dialog ini akan mengajak masyarakat melihat kebaya dari sudut pandang yang lebih luas. Kebaya bukan hanya pakaian adat, melainkan bahasa budaya yang mampu menjembatani perbedaan dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan media digital, identitas budaya bangsa menghadapi tantangan yang tidak ringan. Budaya populer dari berbagai negara begitu mudah masuk ke ruang kehidupan masyarakat. Karena itu, melestarikan kebaya bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga merawat jati diri bangsa agar tetap kokoh di tengah perubahan zaman.

Program ini juga akan mengulas bagaimana nilai-nilai moderasi beragama dapat diwujudkan melalui pendekatan budaya. Kebaya menjadi contoh nyata bahwa sebuah warisan budaya dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun golongan. Dari ruang keluarga, sekolah, komunitas, hingga berbagai kegiatan kebangsaan, kebaya hadir sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman Indonesia.

Pembahasan ini sejalan dengan implementasi Asta Cita, khususnya dalam memperkuat harmoni sosial, memperkokoh kehidupan beragama yang rukun, melestarikan kebudayaan nasional, serta membangun karakter bangsa yang toleran dan menghargai perbedaan.

Melalui dialog ini, RRI ingin mengajak masyarakat menyadari bahwa menjaga persatuan tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Mengenakan kebaya, mencintai budaya sendiri, menghormati tradisi orang lain, dan merawat ruang dialog yang damai merupakan langkah sederhana yang memiliki makna besar bagi masa depan Indonesia.

Sebab, ketika budaya dipelihara dengan penuh penghormatan dan keberagaman dirawat dengan hati yang terbuka, Indonesia tidak hanya dikenal sebagai bangsa yang kaya tradisi, tetapi juga sebagai bangsa yang mampu hidup rukun dalam perbedaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....