Biogas Jadi Solusi Limbah di Jakarta

  • 28 Jan 2026 11:57 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemanfaatan biogas di DKI Jakarta menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi persoalan limbah peternakan di wilayah perkotaan. Isu ini dibahas dalam program Beranda Astacita “Suara Nusantara” yang disiarkan RRI Pro 1 Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026. 

Mujiati, S.P.,M.Si, Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, menjelaskan bahwa biogas tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi alternatif, tetapi juga sebagai bagian dari manajemen limbah yang ramah lingkungan.

“Di Jakarta, tantangan utamanya bukan produksi energi, melainkan pengelolaan limbah ternak yang berada di tengah permukiman padat,” ujar Mujiati. Menurutnya, limbah kotoran ternak yang tidak dikelola dengan baik kerap menimbulkan bau dan pencemaran saluran air.

Ia mencontohkan penerapan biodigester komunal terintegrasi di kawasan Cikoko, Jakarta Selatan, sebagai praktik baik pengelolaan biogas perkotaan. Limbah ternak dari puluhan ekor sapi difermentasi dalam reaktor tertutup untuk menghasilkan gas metana yang disalurkan langsung ke rumah warga sekitar.

“Gasnya bisa digunakan warga sebagai pengganti LPG, sementara ampasnya diolah menjadi pupuk organik untuk urban farming,” katanya. Model ini dinilai mampu mewujudkan prinsip zero waste di kawasan padat penduduk.

Mujiati menambahkan, selain berdampak pada penghematan ekonomi warga, penerapan biogas juga efektif meredam konflik sosial antara peternak dan masyarakat sekitar. Keluhan bau yang sebelumnya sering muncul kini berkurang drastis.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa operasional biogas membutuhkan kedisiplinan perawatan. “Perawatan rutin sangat penting agar sistem tetap berjalan optimal dan tidak menimbulkan kendala teknis,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....