Dishub DKI Sebut Empat Juta Warga Diprediksi Tak Mudik
- 13 Mar 2026 00:07 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta Yayat Sudrajat memprediksi jutaan warga akan tetap berada di ibu kota selama periode libur Lebaran 2026. Pihaknya memperkirakan sekitar 4.024.251 warga tidak melakukan perjalanan ke luar kota selama masa mudik Lebaran tahun ini.
“Kami perkirakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan keluar kota Jakarta sekitar 6.653.749 orang, sementara yang tidak melakukan perjalanan atau tetap berada di dalam kota ada sekitar 4.024.251 orang,” ujar Yayat di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurut Yayat, jumlah warga yang tetap berada di Jakarta tersebut berpotensi memadati berbagai kawasan wisata favorit selama libur Lebaran. Destinasi seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kawasan wisata Kota Tua, hingga Monumen Nasional (Monas) diperkirakan akan menjadi magnet utama kunjungan masyarakat.
Selain itu, kawasan wisata Kepulauan Seribu serta kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) juga diprediksi akan mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama periode libur panjang tersebut. “Selain mempersiapkan masyarakat yang mudik, ada kurang lebih empat juta orang yang tidak mudik. Maka potensi terhadap lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan diprediksi akan cukup tinggi,” kata Yayat.
Tak hanya kawasan wisata, sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta juga diperkirakan akan dipadati pengunjung. Pihaknya mencatat kawasan Tanah Abang, Kebon Kacang, serta Glodok berpotensi menjadi titik keramaian selama libur Lebaran.
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di lokasi-lokasi tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas. Beberapa skema yang dipertimbangkan antara lain penerapan sistem contra flow, pembatasan kendaraan dengan metode ganjil genap, hingga pembatasan mobilitas kendaraan di kawasan wisata tertentu.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga menyiagakan 2.082 personel gabungan yang terdiri dari petugas Dinas Perhubungan dan unsur pendukung lainnya selama periode angkutan Lebaran 2026. Selain personel, berbagai sarana pendukung juga telah disiapkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas, antara lain 90 unit mobil patroli, 90 unit mobil derek, 240 rambu portabel, serta sekitar 1.350 unit traffic cone dan water barrier.
Sementara itu, PT Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 23 Maret 2026 atau H+3 Lebaran.
Adapun proyeksi volume kendaraan yang keluar Jakarta pada periode H-10 hingga H-1 Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 3.671.078 kendaraan. Sementara kendaraan yang masuk Jakarta pada periode H-10 hingga H+10 Lebaran diprediksi mencapai sekitar 3.540.379 kendaraan.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap mobilitas masyarakat selama libur Lebaran tetap berjalan lancar, baik bagi warga yang melakukan perjalanan mudik maupun yang memilih menikmati libur panjang di ibu kota.