Sambut Arus Mudik, PGN Hadirkan Bengkel Keliling BBG di Cirebon

  • 12 Mar 2026 08:58 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN menggelar layanan Bengkel Keliling Compressed Natural Gas atau CNG di Cirebon, Jawa Barat, menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini berlangsung pada 9–16 Maret 2026 di SPBG Cirebon untuk memastikan kendaraan berbahan bakar gas atau BBG dalam kondisi aman dan siap digunakan perjalanan jarak jauh.

Layanan Bengkel Keliling CNG merupakan hasil sinergi PGN dengan PT Gagas Energi Indonesia atau PGN Gagas serta Komunitas Gas (Komogas). Program ini menyasar pengemudi transportasi online dan pengemudi angkutan harian yang menggunakan BBG.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan layanan tersebut dihadirkan karena Cirebon merupakan salah satu jalur utama mudik di Pantai Utara atau Pantura. Pemeriksaan teknis kendaraan dan pengecekan instalasi gas menjadi penting untuk menjamin keselamatan selama perjalanan.

“Melalui Bengkel Keliling ini, PGN ingin memastikan pengguna kendaraan BBG yang melintas di jalur Pantura dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menambahkan layanan ini mencakup pemeriksaan teknis kendaraan, audit keamanan instalasi gas, serta edukasi terkait prosedur pengisian gas yang benar. Menurutnya, edukasi tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman pengguna mengenai keselamatan penggunaan energi gas.

Sepanjang tahun 2025, PGN melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) juga telah melakukan konversi 200 unit kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan BBG di berbagai kota di Indonesia. Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional pengemudi sekaligus mengurangi emisi kendaraan.

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, mengatakan Bengkel Keliling CNG dilengkapi peralatan teknis lengkap serta teknisi tersertifikasi. Tim teknisi juga memberikan rekomendasi perawatan kendaraan agar sistem CNG tetap berfungsi optimal.

“Dengan dukungan teknisi tersertifikasi dan peralatan yang memadai, kami berharap kendaraan CNG tetap dalam kondisi prima dan aman digunakan selama perjalanan mudik,” ucap Santiaji.

Sementara itu, Ketua Umum Komogas Andy Lala menilai kolaborasi ini penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna kendaraan BBG. Menurutnya, pemeriksaan teknis dan edukasi yang diberikan juga dapat memperluas pemanfaatan energi gas sebagai bahan bakar alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Rekomendasi Berita