Kenali Makna Lambang Tunas Kelapa Gerakan Pramuka

  • 12 Agt 2024 20:53 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Gerakkan pramuka merupakan sebuah organisasi pendidikan non formal yang menyelenggarakan kepanduan. Sebagai tanda pengenal Gerakkan Pramuka mempunyai lambang sebagai identitas yang mudah dikenal.

Gerakkan pramuka memiliki lambang “Tunas Kelapa”, yang berupa bayangan atau siluet, ditetapkan dalam Anggaran Dasar Gerakkan Pramuka pasal 48 dan Anggaran Rumah Tangga Gerakkan Pramuka Bab VII pasal 120. Penjabaran lambang ini ditetapkan dalam SK Kwarnas No 06/KN/72 tentang lambang Pramuka.

Lambang Gerakkan Pramuka diciptakan oleh seorang Pembina Pramuka yaitu Bapak Sunardjo Atmodipuro, dan juga pegawai Departemen Pertanian. Ia lahir pada tanggal 29 Februari 1903 di Blora dan meninggal pada tanggal 31 Mei 1979.

Dikutip dari laman pramuka, seperti telah tercantum dalam lampiran surat keputusan tersebut uraian arti atau makna kiasan lambang Gerakkan Pramuka yang terdiri dari 6 kiasan yaitu:

1. Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti, penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

2. Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup, dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.

3. Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya.Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.

4. Nyiur bertumbuh menjulang lurus keatas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia.Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

5. Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan keyakinan tiap Pramuka mempunyai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

6. Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

Dipilihnya tunas kelapa sebagai lambang dari gerakkan pramukan dan menjadi ciri khas Nusantara, yang merupakan negara maritim.“Tunas Kelapa” pertama sekali dipakai sebagai lambang Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961, pada saat presiden Soekarno menganugerahkan Panji Gerakkan Pendidikan Kepanduan Nasional, kepada Gerakkan Pramuka, penganugerahan tersebut tertuang dan disahkan dalam Keppres no.447 1961.

Dan sejak saat itulah lambang “Tunas Kelapa” ini digunakan pada benda-benda Pramuka seperti bendera, papan nama hingga lencana. “Satyaku Kudarmakan, darmaku Kubaktikan”, itulah moto dari Gerakkan Pramuka, memperingati Hari Pramuka pada tanggal 14 Agustus 2024 yang ke 63, dengan mengusung tema “Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI”.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....