Kompetisi AI Dorong Talenta Muda Hasilkan Solusi untuk Industri

  • 28 Sep 2026 16:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 20 tim finalis AI Open Innovation Challenge 2026 mempresentasikan prototipe solusi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab berbagai persoalan di sektor industri dan pemerintahan.

Kompetisi yang berlangsung pada 23–25 September 2026 itu diikuti 1.560 peserta sejak pendaftaran dibuka pada April 2026. Para finalis terdiri dari 11 tim kategori SMA/SMK dan sembilan tim kategori mahasiswa serta umum.

Peserta mendapat tantangan dari delapan mitra yang berasal dari sektor industri dan instansi pemerintah. Tantangan tersebut mencakup bidang ritel, logistik, manufaktur, perdagangan elektronik, sertifikasi, kepabeanan, pengelolaan sampah, dan manajemen lalu lintas.

Dua instansi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terlibat sebagai mitra adalah Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan. Keduanya memberikan persoalan terkait pengelolaan sampah dan lalu lintas sebagai bahan pengembangan solusi.

Sebelum tahap final, peserta mengikuti sesi pendampingan dan kunjungan ke mitra untuk memahami persoalan di lapangan. Mereka kemudian mengembangkan prototipe dan mempresentasikan solusi kepada dewan juri.

Analis Kebijakan Ahli Madya Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Suparjo, mengatakan kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan. Utamanya, untuk mempercepat pengembangan ekosistem AI di Indonesia.

Menurutnya, kompetisi tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus memahami kebutuhan pengguna teknologi. “Indonesia harus bertransformasi menjadi produser inovasi atau pencipta solusi dan hub pengembangan AI,” kata Suparjo dalam acara final di Jakarta, dikutip Senin, 28 September 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Feirully Irzal, mengatakan pemerintah daerah mendorong agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap prototipe. Pemprov DKI Jakarta akan mendorong para pemenang mengikuti sesi penjajakan kerja sama atau business matching.

Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan juga akan diminta menelaah solusi yang dihasilkan. Termasuk peluang uji coba berdasarkan kebutuhan dan kondisi lapangan.

“Para pemenang akan diberikan kesempatan untuk mengunjungi kota-kota mitra atau sister city Jakarta. Kesempatan tersebut diharapkan bisa memberikan gambaran mengenai praktik terbaik penerapan teknologi di dunia usaha maupun pemerintahan dan membawanya pulang untuk membangun Jakarta,” kata Feirully.

Ketua Panitia AI Open Innovation Challenge 2026, Prof. Erwin Parasian Sitompul, mengatakan kompetisi tersebut mempertemukan talenta AI dengan kebutuhan nyata industri dan pemerintah. Ia berharap inovasi yang dihasilkan dapat memberi manfaat bagi pendidikan, industri, dan tata kelola kota.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang dan seluruh finalis yang sudah bekerja keras menunjukkan kemampuan serta inovasinya. Semoga inovasi yang lahir dari kegiatan ini bisa memberi dampak positif bagi dunia pendidikan, industri dan tata kelola kota Jakarta," kata Erwin.

VP Business Development PT Jababeka Tbk, Ardiyansyah Djafar menyambut baik penyelenggaraan AI Open Innovation Challenge 2026 dan mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak di kompetisi ini. Menurutnya, kerja sama lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri menjadi kunci utama akselerasi ekonomi, terutama ekonomi digital.

“Kami mengucapkan terima kasih pada seluruh pimpinan berbagai pihak atas keikutsertaan dalam kompetisi ini. Termasuk Kemenko Perekonomian, PemProv DKI Jakarta, President University, Fablab PU, mitra Industri, dan para dewan juri,” kata Ardiyansyah.

Ardiyansyah berharap inovasi-inovasi berbasis AI yang lahir AI Open Innovation Challenge 2026 tak berhenti pada kompetisi. Tapi bisa menjadi langkah awal bagi lahirnya solusi AI yang lebih matang, aplikatif, dan punya peluang untuk dikembangkan lebih lanjut guna menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat.

Kompetisi ini diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Jababeka Tbk, President University, dan Fabrication Laboratory President University.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....