UNSIA Percepat Transformasi Pendidikan Tinggi Berbasis AI

  • 07 Agt 2026 00:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • UNSIA mempercepat transformasi menjadi AI Innovator University melalui penguatan ekosistem pendidikan berbasis kecerdasan buatan.
  • 1.098 lulusan UNSIA mengikuti rangkaian Wisuda Sarjana Periode I Tahun Akademik Ganjil 2025/2026 ke-5, secara luring dan daring.
  • Transformasi digital UNSIA diarahkan tidak hanya untuk kebutuhan industri, tetapi juga mendukung pembangunan desa melalui pertanian cerdas, layanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Siber Asia (UNSIA) mempercepat transformasi pendidikan tinggi berbasis kecerdasan artifisial (AI). Salah satunya dengan membangun ekosistem akademik yang mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa, hingga kolaborasi dengan mitra teknologi global.

Langkah tersebut ditegaskan dalam rangkaian Wisuda Sarjana Periode I Tahun Akademik Ganjil 2025/2026 ke-5 UNSIA yang digelar di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. Mengusung tema "Digital Talent for Village Sustainability: Membangun Indonesia dari Akar, Bergerak dengan Teknologi", kegiatan tersebut diikuti 1.098 lulusan. Sebanyak 478 lulusan hadir secara luring, sementara 608 lainnya mengikuti secara daring.

Para lulusan berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, serta sejumlah negara seperti Bulgaria dan Taiwan. Ketua Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK), Dr. Ramlan Siregar, mengatakan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan harus diarahkan untuk memperluas akses sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Teknologi harus menjadi jembatan pemerataan pendidikan, bukan sekadar simbol kemajuan," ujarnya.

Menurut Ramlan, UNSIA sejak awal didirikan untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan turut meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) nasional. Yakni, dengan mengurangi hambatan ekonomi, geografis, serta keterbatasan waktu.

Ramlan menilai talenta digital juga harus mampu memberi dampak hingga ke wilayah perdesaan. Kompetensi teknologi, kata dia, dapat dikembangkan untuk mendukung pertanian cerdas, layanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Transformasi Menuju AI Innovator University

Sejalan dengan perkembangan teknologi, UNSIA kini mempercepat langkah menjadi AI Innovator University. Transformasi tersebut dilakukan dengan membangun ekosistem akademik berbasis AI secara menyeluruh.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni menggelar berbagai workshop intensif mengenai integrasi AI dalam pembelajaran bagi dosen dan mahasiswa. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan literasi serta kemampuan menerapkan AI dalam proses akademik.

UNSIA juga memperkuat kerja sama dengan Google melalui pemanfaatan ekosistem platform Google. Lebih dari 6.000 mahasiswa dilibatkan dalam program Gemini Academy Master Trainer: Training of Trainers (ToT) serta sertifikasi internasional Gemini Certified University Students.

UNSIA menyebut langkah tersebut turut mengantarkan kampus sebagai Google AI Lab University pertama di Indonesia dan tengah menuju status Google Reference University. Penguatan kompetensi AI juga dilakukan dengan menghadirkan pakar internasional. Prof. Kangbin Yim dari Soonchunhyang University, Korea Selatan, turut bergabung sebagai salah satu guru besar UNSIA.

Rektor UNSIA, Jan Youn Cho, BA, MPA, Ph.D, CPA, mengatakan transformasi tersebut dilakukan agar civitas akademika memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi masa depan. "UNSIA tidak hanya beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi kami secara aktif mentransformasi diri menjadi AI Innovator University," kata Jan Youn Cho.

Ia menjelaskan, pelatihan terstruktur bagi dosen dan mahasiswa, kolaborasi dengan Google, serta kehadiran pakar AI dari berbagai negara menjadi bagian dari strategi membangun kepakaran AI di lingkungan kampus.

Teknologi untuk Pembangunan Desa

Transformasi UNSIA tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri digital. Kampus juga menempatkan teknologi sebagai instrumen untuk mendukung pembangunan masyarakat hingga tingkat desa.

Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut menegaskan arah UNSIA dalam melahirkan talenta digital yang mampu menghubungkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Para lulusan diharapkan tidak hanya menguasai kompetensi digital, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menjawab persoalan di lingkungannya, termasuk sektor pertanian, pelayanan publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Aktris, pengusaha, dan filantropis Cinta Laura Kiehl turut hadir memberikan orasi inspiratif kepada para lulusan. Ia mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi dengan tetap menjadikan nilai kemanusiaan sebagai landasan.

UNSIA Catat Capaian Global

Transformasi digital dan penguatan akademik UNSIA juga tercermin dalam sejumlah capaian pemeringkatan internasional pada 2026. Dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026, UNSIA untuk pertama kalinya masuk dalam pemeringkatan global pada posisi 1001–1500 atas kontribusinya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sementara pada World University Rankings for Innovation (WURI) 2026, UNSIA berada di peringkat 309 dunia, meningkat dari posisi 383 pada tahun sebelumnya.

UNSIA juga mencatat peringkat 12 dunia untuk kategori Curricular Innovation for Future-Readiness. Pada kategori transformasi digital dan AI, UNSIA menempati peringkat 29 dunia untuk Infrastruktur/Teknologi dan peringkat 40 dunia untuk Digital & AI Transformation.

Capaian tersebut memperkuat langkah UNSIA dalam membangun pendidikan tinggi berbasis teknologi. Sekaligus, menyiapkan talenta digital yang mampu menjawab tantangan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat di era AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....