BRIN dan Ukraina Perkuat Riset Antartika dan Tropis

  • 22 Agt 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BRIN dan National Antarctic Scientific Center Ukraina menandatangani perjanjian kerja sama sains dan teknologi untuk penelitian kawasan Antartika dan tropis di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, pada Kamis 20 Agustus 2026.
  • Kolaborasi ini membuka peluang penelitian bersama antara Indonesia dan Ukraina dalam memahami keterkaitan antara kawasan kutub dan tropis.
  • Kerja sama strategis ini memperkuat upaya kedua negara memahami pengaruh kawasan kutub dan tropis terhadap perubahan iklim, ekosistem laut, dan lingkungan global.

RRI.CO.ID, Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama National Antarctic Scientific Center (NASC) Ukraina resmi menandatangani perjanjian kerja sama sains dan teknologi dalam penelitian kawasan Antartika dan tropis. Penandatanganan berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026.

Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Nunung Nuryartono, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya membuka peluang penelitian bersama antara Indonesia dan Ukraina. Kolaborasi itu juga memperkuat upaya kedua negara memahami keterkaitan kawasan kutub dan tropis yang berpengaruh terhadap perubahan iklim, ekosistem laut, dan lingkungan global.

“Penandatanganan kerja sama ini menjadi tonggak sejarah yang sangat penting dalam memperluas jangkauan pengetahuan Antartika dan tropis,” kata Nunung. Menurutnya, kerja sama tersebut memiliki nilai strategis karena menghubungkan dua kawasan yang berbeda, tetapi saling memengaruhi.

Nunung menjelaskan perubahan yang terjadi di kawasan kutub dapat berdampak terhadap iklim, laut, atmosfer, dan ekosistem di wilayah tropis. Karena itu, penelitian bersama diperlukan untuk memahami hubungan antara kedua kawasan tersebut secara lebih komprehensif.

Tiga Manfaat Utama Kerja Sama

Nunung merinci tiga manfaat utama dari kerja sama BRIN dan NASC Ukraina. Pertama, meningkatkan kapasitas dan pengetahuan penelitian melalui pertukaran data, pemanfaatan fasilitas, serta kolaborasi antarpeliti.

Kedua, kerja sama tersebut membuka akses terhadap ekosistem dan fasilitas penelitian yang lebih luas, termasuk peluang pelaksanaan ekspedisi bersama. Ketiga, kolaborasi ini memperkuat kontribusi Indonesia dalam penelitian kutub serta isu global, seperti perubahan iklim dan lingkungan.

Adapun bidang penelitian yang berpotensi dikembangkan mencakup keterkaitan kawasan kutub dan tropis, perubahan iklim, oseanografi, geologi, dan keanekaragaman hayati. Penelitian juga dapat mencakup adaptasi organisme terhadap kondisi ekstrem serta dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan kutub dan tropis.

Sembilan Proposal Penelitian Disiapkan

Kerja sama tersebut merupakan hasil komunikasi bilateral yang dimulai sejak 2025. Prosesnya kemudian semakin konkret melalui serangkaian pertemuan teknis, diskusi penelitian kutub dan tropis, pembahasan pemanfaatan fasilitas riset, kunjungan ke fasilitas BRIN, serta pengembangan proposal penelitian bersama.

Hingga saat ini, sebanyak sembilan proposal penelitian telah diajukan oleh Indonesia. Proposal tersebut sedang dalam proses peninjauan dan finalisasi bersama mitra Ukraina.

Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran BRIN, Ratih Damayanti, mengatakan kedua negara menargetkan pelaksanaan seminar bersama dan kemungkinan ekspedisi penelitian pada akhir 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi tindak lanjut konkret dari perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani.

Ukraina Dorong Kolaborasi Ilmiah

Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia, Yevhenia Shynkarenko, menilai kerja sama tersebut memiliki makna simbolis karena menghubungkan Indonesia sebagai negara tropis dengan Ukraina yang memiliki pengalaman panjang dalam penelitian Antartika. Menurutnya, perubahan yang terjadi di wilayah kutub dan tropis saling berkaitan dalam sistem iklim global.

Karena itu, kolaborasi ilmiah antara Indonesia dan Ukraina dinilai berpotensi menghasilkan perspektif dan temuan baru yang bernilai bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Kerja sama tersebut juga dapat memperluas pemahaman mengenai perubahan lingkungan dan iklim global.

Shynkarenko menekankan perjanjian tersebut akan menjadi kerangka kerja bagi penelitian bersama, pertukaran ilmuwan, berbagi data dan keahlian, serta pengembangan proyek-proyek ilmiah baru. Kolaborasi tersebut juga akan melibatkan generasi peneliti muda dari kedua negara.

Dengan kerja sama ini, BRIN dan NASC Ukraina diharapkan dapat memperkuat jejaring penelitian internasional di bidang Antartika dan kawasan tropis. Hasil kolaborasi juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pemahaman perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....