BRIN-ITB Kolaborasikan Teknologi Penangkapan Karbon pada Industri Semen
- 20 Agt 2026 14:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Industri semen menjadi salah satu sektor yang menghadapi tantangan dalam menekan emisi karbon. Hal ini karena proses produksinya membutuhkan energi dalam jumlah besar dan menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) dari proses kimia dalam pembuatan klinker.
Kondisi tersebut mendorong pengembangan teknologi penangkapan karbon yang dapat diterapkan pada proses produksi semen tanpa mengurangi efektivitas produksi.
Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN bersama Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat kolaborasi riset melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Kamis, 13 Agustus 2026, di bidang pengembangan pemodelan termodinamika teknologi calcium looping untuk mendukung dekarbonisasi industri semen di Indonesia.
Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN, Nina Konitat Supriatna, mengatakan kolaborasi ini dapat menghasilkan luaran yang memberikan manfaat bagi pengembangan teknologi penangkapan karbon di Indonesia. “Semoga sinergi ini sukses, menghasilkan kalkulator investasi yang bankable, publikasi ilmiah global yang berkualitas, dan tentunya rekomendasi kebijakan yang nyata bagi industri di Indonesia,” kata Nina.
Melalui kerja sama ini, BRIN dan ITB akan mengoptimalkan kepakaran masing-masing dalam pelaksanaan penelitian. BRIN akan melengkapi penelitian melalui analisis kinetika reaksi serta pengujian efektivitas material kalsium sebagai penyerap CO₂. Sementara itu, ITB akan berfokus pada perhitungan teknis, pemodelan, dan simulasi sistem secara menyeluruh.
Dosen Kelompok Keahlian Ilmu dan Rekayasa Termal FTMD ITB, Firman Bagja Juangsa, mengatakan penelitian ini berangkat dari gagasan untuk mengembangkan teknologi calcium looping sebagai metode penangkapan CO₂ pada industri semen. “Kami mengajukan ide penelitian calcium looping untuk penangkapan CO₂ di pabrik-pabrik semen. Kami juga berharap kerja sama ini dapat berlanjut ke bidang riset lainnya,” ujar Firman.
Selain menghasilkan kajian teknis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar bagi penyusunan analisis investasi dan kelayakan penerapan teknologi. Pendekatan tersebut diperlukan untuk mengetahui kebutuhan biaya, potensi efisiensi, serta peluang penerapan calcium looping pada industri semen.
Kolaborasi antara BRIN dan ITB membuka peluang pengembangan riset lanjutan yang mencakup pengujian material, pengembangan model sistem, hingga validasi teknologi melalui kegiatan penelitian di lapangan. Hasil dari setiap tahapan penelitian diharapkan dapat memperkuat basis data dan pengetahuan untuk mendukung pengembangan teknologi penangkapan karbon di Indonesia. (rgs/ed:nu, tnt)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....